Beranda Nasional Soal Anggaran 2019, DPR Diminta Transparan

Soal Anggaran 2019, DPR Diminta Transparan

9
0
Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Handalnews.id, Nasional – Sekretaris Jenderal Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran ( Fitra) Yenny Sucipto mengkritik usulan Rencana Kerja dan Anggaran DPR tahun 2019 sebesar Rp7.721.175.861.000 (Rp 7,7 triliun).

Anggaran tersebut naik sekitar Rp 2 triliun dari anggaran 2018 yakni sebesar Rp 5.728.308.210.000.
Fitra pun meminta Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR transparan dan akuntabel dalam perencanaan anggaran.

“Kami rekomendasikan Sekjen dan Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI untuk bisa transparan dan akuntabel dalam perencanaan anggaran,” ujar Yenny melalui keterangan tertulisnya.

Menurut Yenny, usulan kenaikan anggaran tahun 2019 bukanlah yang pertama kalinya terjadi.
Pada 2006, 2009, 2014, 2016, dan 2018, DPR juga mengusulkan penambahan gedung baru. Bahkan di tahun 2009 DPR tidak menambahkan fasilitas berupa gym dan kolam renang.

Menurut dia, kenaikan anggaran tidak sebanding dengan kinerja legislasi dan target Program Legislasi Nasional Prioritas. Pada tahun 2017, kata Yenny, DPR hanya mampu mengesahkan lima undang-undang, di luar RUU kumulatif terbuka, dari target Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 53 RUU.

Rendahnya kinerja legislasi juga dibaregi dengan buruknya citra DPR karena pimpinan dan anggota DPR yang bermasalah hukum.

“DPR RI pada masa 2015-2019 menciptakan sejarah karena dalam satu priode sempat berganti ketua beberapa kali,” tutur Yenny.

“Hal ini juga menunjukan ketidakefektifan politik di DPR. Akibatnya masyarakat tidak akan pernah percaya dengan DPR RI apa lagi ingin menambah fasilitas. DPR seharusnya malu mengusulkan kenaikan anggaran tersebut,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI Anton Sihombing menyampaikan usulan Rencana Kerja dan Anggaran DPR tahun 2019 sebesar Rp 7.721.175.861.000.

Usulan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna ke-22 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2017-2018, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/4/2018) lalu.

Anton menjelaskan, anggaran terebut dibagi menjadi dua bagian. Pertama untuk satker Dewan sebesar Rp 4.864.569.519.000.

Anggaran untuk satker dewan diperuntukkan untuk dua program, yakni program pelaksanaan fungsi sebesar Rp 926.701.869.000 dan program penguatan kelembagaan DPR sebesar Rp3.937.867.650.000.

Kedua, untuk satker Setjen DPR, anggaran yang diusulkan sebesar Rp 2.856.606.342.000. Besarnya anggaran tersebut digunakan untuk membiayai dua program.

Sebanyak Rp 2.788.220.591.000 untuk program dukungan manajemen pelaksanaan tugas teknis lainnya. Sisanya sebesar Rp 68.385.751.000 digunakan untuk program dukungan keahlian fungsi dewan.

“Kami semua berharap usulan ini disetujui di Rapur dan disampaikan ke pemerintah,” kata Anton.
Anton menilai kenaikan anggaran tersebut wajar mengingat adanya rencana penambahan gedung tahap kedua, penambahan akomodasi atau rumah bagi 15 anggota dewan periode berikutnya, penambahan dan penambahan anggaran untuk alat kelengkapan dewan (AKD). (*)


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here