Beranda Daerah Terduga Teroris Penjual Sosis, Pernah Merantau Ke Kalimantan

Terduga Teroris Penjual Sosis, Pernah Merantau Ke Kalimantan

2288
0
Supri Terduga teroris yabg diamankan oleh Tim Densus 88 Polda Lampung (Foto dok : handalnews.id )
Bagikan

Handalnews.id, Gedongtataan – Pasca penangkapan Supriyanto (39) terduga teroris yang di lakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 anti teror beberapa hari lalu, (Jum’at, 18/5-red), suasana di sekitar rumah kontrakan di Jalan Asikin RT 01 Dusun Margo Rejo Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, sudah terlihat seperti biasanya.

Hal ini di ungkapkan Atif (68) salah satu tokoh masyarakat setempat. “Memang waktu polisi melakukan penangkapan dan penggeledahan di rumah kontrakan nya Supri kemarin, saya dan warga sini sangat kaget,” katanya kepada media ini, Minggu (20/5).

Ketika di tanya aktivitas Susmiari (39) Istri Supriyanto, Atif mengatakan, saat ini istri nya jarang keluar rumah atau pun komunikasi dengan tetangga sekitar.

“Kemarin Keluar di jemput saudara nya yang dari Desa Negrisakti, kemudian di anter lagi, tadi sih saya lihat dia jemurin pakaian nya, lalu masuk lagi, kami biasa manggil Mimi aja, klo nama asli nya sih tidak tahu, anak nya dua masih kecil, kasian mas, keliatan nya sih, dia masih sangat trauma atas kejadian kemarin,” jelas Atif yang rumah nya bersebelahan dengan terduga teroris.

Di singgung keseharian Supriyanto, Atif mengatakan kepribadian nya agak pendiam, hanya sesekali tegur sapa dengan tetangga, itu pun kalau hanya ketemu di jalan.

“Orang nya biasa-biasa aja, namun agak pendiam, tegur sapa hanya bila kami ketemu di jalan, saat dia pulang kerja atau pergi ke warung, atau ketemu bila dia abis ngambil Sosis tempat nya pak Yono di depan dekat jalan raya, memang kerja nya jual Sosis di pasar Tamin, pulang nya sore, sekitar jam 5 lah, namun kadang juga pulang nya tengah malam, saya ngga tau dari mana, kemungkinan pengajian atau yasinan gitu,” papar Atif.

Media ini juga mencoba menelusuri tempat tinggal nya yang ada di Dusun Sinar Negri Desa Negrisakti di sana ketemu Johan tetangga nya yang bersebelahan rumah.

Johan menuturkan, memang masa kecil nya Supriyanto dia tahu, karena masa sekolah nya dari SD sampai dengan SMA, di kampung nya, namun setelah dia tamat sekolah, Supriyanto pernah merantau ke Kalimantan ikut kerabat nya.

“Kalau kelahiran Supri itu di Desa Kedondong, namun dari sekolah nya dari SD memang sudah di sini, dan tamat sekolah Supri pernah merantau ke Kalimantan, sebenar nya dia itu orang nya rajin, sering membantu ibu nya jualan sayuran di pasar, kalau orang tua laki nya sudah lama meninggal, saat Supri masih kecil,” ungkap Johan, Minggu, (20/5)

Johan juga mengungkapkan, memang sekitar enam bulan terakhir sebelum tertangkap, Supri dalam aktifitas mengikuti pengajian lebih sering, apalagi semenjak dia tinggal mengontrak jauh dari orang tua.

“Dulu Supri pernah saya panggil, karena sering ikut-ikut pengajian di luar, saya tanya, pengajian apa, namun kata Supri, pengajian biasa-biasa aja, dan saya sarankan agar dia tidak terpengaruh dengan ajaran-ajaran yang tidak masuk akal, karena saya lihat semenjak dia ngontrak banyak sekali perubahan, termasuk berkomunikasi di lingkungan sini,” katanya.

Informasi yang di dapat terkait Biodata terduga Teroris sebagai berikut

Nama  : Supriyanto Bin Wer Kadar / Sukinem.
Kedondong, 02 Januari 1979.
Alamat : Dusun Sinar Negeri desa Negeri sakti Kecamatan Gedongtataan. Kabupaten Pesawaran, Adapun Data Keluarga Supriyanto.
– Triyani (kakak Pertama)
– mugianto (Kakak Kedua)
– Supriyanto (Tersangka)
– Khoirul anam. (Bungsu)
Kegiatan sehari hari
Jualan sosis, bakso di pasar Tamin Bandar Lampung.

Istri : Susmiari
Kedondong : 16 Juni 1979
Kelurahan :Gunung sari Kecamatan Tanjung karang Pusat.
Anak :
KHalil Ubaidilah.( 6 Thun )
AlFais Alfarobi ( 4 thn )

Adapun penangkapan Supriyanto yang dilakukan oleh Densus 88 dan barang bukti yang diamankan di rumah kontrakan sebagai berikut:

1.satu buah KTP istri dari Supriyanto. Dengan Nama Susmiari.
2. Satu buah handicam
3.8 buah Hp 6 dalam kondisi Rusak
4. Satu buah kaos jihad bertuliskan (Tidak ada Khilafah Tanpa Tauhid)
5.3 buah buku yg di dalamnya ada cara membuat BOM. *     (Ismail)


Bagikan