Home Lampung Tengah Pariwara

28 Penjaga Tahanan Lapas Gunungsugih Ikuti Pelatihan Metode E-Learning

462
0
SHARE
Foto dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Guna meningkatkan kemampuan para penjaga tahanan/ Aparatur Sipil Negara dibidang Reformasi Birokrasi dan Administrasi Perkantoran Tingkat Dasar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Hukum dan HAM kembali mengadakan Pelatihan dengan Metode E-Learning bagi ASN Gelombang XI tahun 2019.


Pada kesempatan ini sebanyak 28 orang pegawai Lapas Gunungsugih, terdaftar untuk mengikuti pelatihan. Demikian Disampaikan Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani, saat memonitor langsung pelaksanaan pelatihan e-learning, yang diadakan di ruang rapat Lapas setempat, Senin (15/07/2019).


“Pelatihan metode e-learning ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kompetensi ASN, khususnya di lingkungan Kemenkum HAM, dalam bidang Reformasi Birokrasi dan Administrasi Perkantoran Tingkat Dasar, guna meningkatkan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas, sebagaimana telah dijelaskan dalam Undang-Undang RI. No.5 Tahun 2014 tentang Apartur Sipil Negara,” katanya.


Ditambahkan Syarpani lagi, kegiatan ini akan diadakan selama dua pekan, yang dimulai pada 15 - 27 Juli 2019 mendatang. Adapun materinya, yakni pada minggu pertama, para pegawai diberi pelatihan tentang Reformasi Birokrasi, kemudian pada minggu kedua, Pelatihan Administrasi Perkantoran Tingkat Dasar.


Lebih lanjut Syarpani menyampaikan, pegawai yang mengikuti pelatihan metode e-learning secara keseluruhan, merupakan pegawai yang baru bergabung pada Februari 2018 lalu.


“Mereka yang ikut pelatihan merupakan generasi baru di lapas ini, angkatan 2017, sehingga besar harapan kami kepada mereka, untuk bisa berbuat yang terbaik, mendedikasikan pengetahuan dan keahliannya dengan sungguh-sungguh, demi kemajuan lapas Gunungsugih”, tutur Syarpani.


Sementara Dimas Ferdinan, salah seorang pegawai di lapas Gunungsugih menyampaikan bahwa Metode e-learning ini sangat efektif, khususnya bagi para pegawai Kemenkum HAM, terlebih yang bertugas sebagai penjaga tahanan karena tetap bisa bekerja.


“Jika pelatihan diadakan disuatu tempat, bukan dengan metode e-learning, maka jumlah pegawai yang saat ini bertugas menjaga 574 orang narapidana akan berkurang dan pengamanan menjadi tidak maksimal," jelasnya.


Kalau dengan e-learning, pegawai bisa mengikuti pelatihan dimanapun dan kapanpun, meski sedang bekerja. Karena hanya bermodal laptop dan koneksi jaringan saja karena waktu pelatihan juga hanya beberapa jam. (Gun/Fazri)