Home Lampung Tengah Umum

30 Napi Lapas Gunungsugih Ikuti Pelatihan Budidaya Ternak Kambing

232
0
SHARE
caption foto

Handalnews.id, Lampung Tengah - Berbagai kegiatan telah dibantu oleh Pemda Lampung Tengah (Lamteng), khususnya Dinas Perkebunan dan Peternakan (Bunnak), diantaranya bekerjasama untuk memberikan pelatihan budidaya ternak kambing, kepada 50 Napi pada tahun 2018 lalu. 


Kemudian Dinas Bunnak Lamteng, kembali datang dengan menghibahkan 11 ekor kambing, 2 karung bibit odot dan 500 kg. pakan kambing, tak hanya sampai disitu, hari ini Rabu (3/7/2019) Dinas Bunnak kembali berikan pelatihan bagi 30 Napi Gel II. 


Dikatakan Kepala Lapas Gunungsugih, Syarpani, saat membuka Pelatihan Budidaya Ternak Kambing, yang berlangsung di aula Gedung Serba Guna (GSG) Sahardjo dalam Lapas setempat. 


Menurut Syarpani, ini sejalan dengan Revitalisasi penyelenggaraan Pemasyarakatan, yang tengah dilakukan oleh Kementerian Hukum dan HAM, melalui Permenkumham Nomor 35 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan.


"30 Napi diberikan pelatihan, sebelumnya ada 50 Napi. Bupati Lamtang, Loekman Djoyosoemarto mendukung program revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan di Lapas Gunungsugih, yang telah ditetapkan sebagai pilot project lapas minimum, berbagai bantuan dan pelatihan telah kami terima," ujarnya. 


Pendiri Pondok Pesantren Al-Furqon lapas ini menambahkan,  pilot project ini sesuai dengan  Keputusan Dirjen Pemasyarakatan nomor PAS-15.PR.01.01, tentang penetapan lembaga pemasyarakatan pilot project maximum security, medium security, dan minimum security. 


Dengan ketetapan tersebut, kata Syarpani, lapas Gunungsugih harus bisa menciptakan lapas yang produktif, selalu berinovasi dalam pengembangan potensi narapidana, agar kelak bisa mandiri setelah bebas, menciptakan lapangan pekerjaan dan dapat diterima kembali oleh masyarakat.


“Persiapan kami, selain budidaya ternak kambing, juga produksi kain tapis kerjasama dengan Farhan Tapis, budidaya sereh wangi diluar lapas serta pelatihan konstruksi," jelasnya. 


Sementara itu, drh. Barnawi Penyuluh sekaligus dokter hewan menyampaikan, bahwa pihaknya akan terus mendukung lapas untuk memberikan pelatihan kepada Napi, demi menyukseskan revitalisasi penyelenggaraan pemasyarakatan.


"kita sudah membuat kerjasama pelatihan dengan lapas, jadi ini akan periodik, berbagai pelatihan kemandirian telah kami laksanakan, agar napi yang bebas, bisa menjadi peternak terampil dan menciptakan usaha mandiri,” tutupnya. (Gun/Fazri)