Home Lampung Barat Pariwara

Adanya Pemberitaan, Lurah Way Mengaku Akhirnya Menjawab, Ini Kronologisnya

891
0
SHARE
Edwar Spd MM, Lurah Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat

Handalnews.id, Lampung Barat - Edwar Spd MM, Lurah Way Mengaku Kecamatan Balik Bukit Kabupaten Lampung Barat menyampaikan keterangan terkait adanya  pemberitaan beberapa hari yang lalu menyangkut kinerjanya sebagai lurah setempat, 

Dirinya menceritakan ada beberapa hal yang harus di sampaikan berikut Kronologinya, Pada tanggal 10 Mei 2020 sore hari minggu dirinya mendapat kabar dari kantor pos bahwa usulan Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk Kelurahan Way Mengaku mendapat 862 keluarga penerima Manfaat (KPM), dan diminta untuk hadir di kantor pos pukul 07:30 WIB untuk mengambil undangan pencairan bagi warga KPM.

"Mendapat kabar tersebut dengan rasa syukur dan gembira luar biasa saya sampaikan kepada seluruh kaling untuk kumpul dikantor kelurahan pukul 07:30 dalam rangka menyampaikan kabar tersebut dan mengambil surat undangan pencairan," katanya.

Kemudian Pada tanggal 11 Mei 2020 pukul 07:30 WIB dirinya sudah tiba di kantor pos, ternyata surat undangan pencairan belum siap, dan dijadwal untuk datang lagi pukul kurang lebih 10:00 WIB. Oleh sebab itu dia putuskan untuk ke kantor kelurahan mengingat sudah sampaikan kepada kaling untuk berkumpul.

"Sampai dikelurahan saya dapati kaling sudah banyak yang kumpul dan langsung saya suruh masuk untuk menerima kabar gembira dari kantor pos. kepada semua kaling dan staf kelurahan saya sampaikan ada berita gembira dari kantor pos,bahwa ternyata usaha, perjuangan,dan doa kita berhasil ini terbukti usulan kita kemarin ada 862 yang akan mendapatkan BST dari Kemensos," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut dirinya menyampaikan apresiasi penghargaan dan terimakasih yang tak terhingga atas perjuangan dan kerja keras semua pihak. Dirinya tau dalam kondisi sekarang ini harus menjaga imun tubuh, tapi karena data ini mendesak maka dia paksakan kepada semua kaling untuk datang ke kelurahan segera sambil membawa laptop dan operatornya supaya bisa membantu di kelurahan. Dalam prosesnya banyak sekali kendala seperti KK dari warga yang belum terkumpul sedangkan pendataan harus secepatnya.

"Saya perintahkan kaling untuk kembali menyisir warganya walaupun dalam suasana hujan yang cukup deras, Terus terang hati nurani saya menjerit ketika melihat kaling-kaling saya harus berjibaku dengan cuaca  hujan deras dan berpacu dengan waktu yang harus cepat. Terus terang saya sangat terenyuh ketika melihat abah Hasan, salah satu kaling saya yang sudah usia lanjut harus bolak balik menembus hujan yang deras guna mengumpulkan KK warganya. Dalam hati saya berdoa semoga kaling-kaling saya tidak sakit akibat dari kerja dalam cuaca yang tidak bersahabat," ucapnya.

"Maaf ini perlu saya sampaikan dengan harapan bisa dibaca semua pihak, kiranya ada pekerjaan kaling dan kami di kelurahan yang kurang sempurna kiranya tidak langsung menjatuhkan vonis bahwa kami salah," sebutnya.

Kemudian ketika dirinya saat menyampaikan terima kasih kepada kaling dan staf kelurahan atas hasil kinerjanya mereka, dirinya ditelpon oleh kantor pos bahwa surat undangan pencairan sudah dapat diambil dipesankan agar lurah membawa serta dua orang untuk membantu memilah dan menghitungnya.

"Kami bertiga langsung meninggalkan kelurahan (saya dan 2 orang kaling), mereka yang lain saya suruh menunggu kami datang dari kantor pos. Ternyata dikantor pos kami agak lama karena harus memilah dan menghitung ada 862 surat undangan yang menyita waktu yang agak lama sehingga sesampainya kami dikelurahan mereka (para kaling) sudah ada yang duduk-duduk diluar," jelasnya.

Dirinya bersama kaling untuk berkumpul kembali membagikan surat undangan pencairan, pada saat itulah salah satu kaling menyampaikan ide mereka, bahwa pada saat masyarakat penerima BST untuk menandatangani surat pernyataan realisasi akan disampaikan himbauan untuk sumbangan suka rela yang gunanya untuk operator pendataan, materai, map dan plastik.

"Mendengar ide tersebut saya sampaikan, ya sudah tapi jangan memaksa ya, maksimal Rp 10.000, karena ini sifatnya suka rela kalau ada yang tidak ngasih pelayanan kalian harus tetap sama jangan ada yang dihambat atau dipersulit, Keterangan saya ini boleh di konfirmasikan dengan kaling," ucapnya.

Pada saat dirinya kedatangan rekan wartawan bernama Sulemi dari salah satu media online dirinya menyampaikan keterangan dihadapan Kapolsek Balik Bukit dan Kanit Intel Polsek Balik Bukit yang kebetulan lagi koordinasi dikantor kelurahan dan mereka mendengar apa yang dirinya sampaikan.

Pada perkembangan selanjutnya menyimak perkembangan ditengah masyarakat dari berita-berita surat kabar online dirinya perintahkan kepada kaling untuk tidak lagi menyampaikan himbauan sumbangan sukarela ke warga penerima BST Kemensos. Bahkan beberapa kaling sudah sepakat untuk mengembalikan ke warga yang telah memberikan sumbangan sukarela.

"Itulah kronologi yang bisa saya sampaikan, pada kesempatan ini saya ingin menyampaikan permohonan maaf saya kepada bapak Bupati Lampung Barat, sebagai lurah Way Mengaku saya siap untuk dibina agar lebih baik dalam bekerja kedepannya. Tindakan yang saya ambil murni spontanitas, dalam benak saya ini adalah sukarela, tidak memaksa dan maksimal Rp 10.000 yang peruntukannya untuk membantu operasional kaling sekaligus sebagai apresiasi kepada kaling yang telah berhasil dalam bekerja," ucapnya.

"Atas hal ini sekali lagi saya mohon maaf sebesar besarnya.Paduka yang Mulia SPDB Drs.Pangeran Edwarsyah Pernong SH,MH Sultan Kepaksian Pernong Paksi Pak Skala Brak yang dipertuan ke-23, selaku jabatan saya sebagai kepala sekretariat gedung dalom Kepaksian Pernong bahwa dengan kejadian ini mungkin ada imbasnya terhadap nama besar Kepaksian Pernong Lampung, atas keputusan yang telah saya ambil," ujarnya.

"Tabik Paduka yang Mulia..... sebagai pimpinan saya mudah sekali terenyuh hal ini mungkin dipengaruhi oleh perkembangan masa kecil saya yang harus dihidupkan oleh orang tua single parent (ibu) dari usia 7 tahun, hidup penuh kekurangan dan tidak pernah terbayangkan akan seperti ini," sebutnya.

Inilah yang terjadi yang membuat dirinya mudah terenyuh melihat perjuangan anak buah yang telah bekerja diluar batas waktu menembus cuaca yang tidak menentu.  ketika melihat bawahan yang sudah berhasil bekerja, maka ketika mereka minta persetujuan dirinya untuk menghimbau sumbangan sukarela dirinya setujui.

"Saya tegaskan bahwa tidak ada pemotongan karena penerima BST langsung dari kantor pos. Ingin sekali rasanya memberikan hadiah sebagai penghargaan  kepada aparatur saya tapi karena keterbatasan dana tidak bisa. Sekali lagi jika ini adalah suatu kesalahan yang telah membuat nama besar kepaksian pernong terusik saya mohon maaf yang sebesar besarnya," katanya.

Kepada masyarakat Way Mengaku, atas kinerjanya kaling dalam pendataan mungkin ada yang terlewatkan tapi murni ini adalah keterbatasan kemampuan dirinya dan aparatur bukan kesengajaan dan tetap akan di perbaiki.

"Demikian keterangan yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan kedepan kami akan bekerja lebih baik lagi kepada semua kaling dan aparatur kelurahan agar tetap menjaga semangat dan etos kerjanya jangan sampai kendor yakinlah peluh yang sudah bapak ibu curahkan akan tercatat sebagai amal ibadah dibulan yang penuh berkah ini," jelasnya.

"TETAP SEMANGAT...TETAP WASPADA... JAGA KESEHATANNYA...," tambahnya.  (Red