Home Lampung Barat Bisnis

ADVETORIAL BULAN PENIMBANGAN TERINTEGRASI BULAN VITAMIN A DAN PEMBERIAN OBAT CACING DINAS KESEHATAN KABUPATEN LAMPUNG BARAT TAHUN 2020

56
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lambar - Masa pandemi  Covid-19 harus kita hadapi bersama, dampaknya akan meluas bukan saja kesehatan tetapi juga pada ekonomi, pendidikan,  bukan saja orang dewasa juga anak-anak, baik dari pertumbuhan dan perkembangan jangan sampai anak stunting jumlahnya meningkat. Stunting adalah suatu kondisi  gangguan pertumbuhan pada anak yaitu Tinggi Badan anak yang lebih rendah/pendek dibanding standar Tinggi Badan berdasarkan umurnya. Kondisi ini disebabkan  oleh kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama, terutama pada 1000 HPK ( Hari Pertama Kehidupan) yaitu dari seorang ibu mengandung sampai dengan anak berumur 2 (dua) tahun. Selain pendek  stunting tersebut mempunyai pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak anak ke depannya, selain itu juga anak yang stunting cenderung memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

Penurunan angka stunting di Kabupaten Lampung Barat  menjadi tanggung jawab dari lintas sektor terkait, tidak akan bisa diselesaikan oleh  Dinas kesehatan saja. Akan tetapi diperlukan kerjasama yang saling terintegrasi mulai dari seluruh OPD, Camat, Kepala Desa, Pemangku, Pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat lainnya. Upaya ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya kebersamaan, persatuan dan gotong royong dari semua pihak.

Ada beberapa cara penanganan atau intervensi  yang dapat dilaksanakan sebagai upaya pencegahan dan penurunan stunting, diantaranya adalah intervensi spesifik atau penanganan khusus yang dapat dilaksanakan oleh sektor kesehatan meliputi pemberian tablet tambah darah pada ibu hamil, tablet tambah darah remaja putri, pemberian ASI ekslusif, pemberian obat cacing, pemberian vitamin A, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil, makanan pendamping ASI, imunisasi dan pencegahan serta pengobatan diare. Sedangkan untuk  intervensi sensitive adalah intervensi yang dapat dilaksanakan oleh sektor lain diluar sektor kesehatan seperti ketersediaan air bersih, akses sanitasi yang layak, akses layanan KB, JKN, PAUD, pendidikan gizi pada masyarakat, edukasi kespro pada remaja dan meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Disini terlihat bahwa seluruh kebijakan dalam upaya penanggulangan stunting diperlukan peran serta dan komitmen yang kuat dari semua pihak.

Selain asupan gizi, sanitasi lingkungan yang buruk memberikan dampak yang negative terhadap status kesehatan masyarakat yang tinggal diwilayah tersebut, termasuk kepada balita. Sehingga Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) juga perlu untuk digalakkan, dimana STBM sendiri terdiri dari 5 Pilar STBM yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan,  Cuci Tangan Pakai Sabun, pengolahan makanan dalam rumah tangga,  pengelolaan sampah dalam rumah tangga dan pengelolaan limbah.  Dengan begitu jika kondisi air dan sanitasi bisa diperbaiki maka rantai penyakit akan bisa diputus, dan status kesehatan masyarakat akan meningkat, dan tentu saja angka stunting bisa diturunkan.

Upaya yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat pada bulan Agustus adalah Bulan Penimbangan  yang terintegrasi dengan bulan Vitamin A dan pemberian obat cacing. Sehingga diharapkan semua Balita usia  0-5 tahun untuk datang ke Posyandu agar supaya Berat badan dan Tinggi Badan anak dapat diukur untuk mengetahui status gizinya. Selain itu juga sehubungan bulan Agustus adalah bulan Penimbangan yang terintegrasi dengan pemberian Kapsul Vitamin A dan obat cacing, maka setiap balita yang datang ke posyandu akan mendapatkan 1 (satu) kapsul vitamin A sebagai strategi penanggulangan Kekurangan Vitamin A (KVA) dan obat cacing, dimana obat cacing bermanfaat untuk membunuh parasit  (cacing) yang berada didalam tubuh anak sehingga fungsi penyerapan makanan dan nutrisi pada anak-anak kita akan maksimal dan status nutrisinya terpenuhi.

Setelah dilaksanakan kegiatan Launching  keterpaduan pemberian Vitamin A, obat cacing, bulan penimbangan dan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Lampung Barat pada hari Selasa tanggal 4 Agustus tahun 2020, jumlah sasaran balita berdasarkan database Disdukcapil adalah 28.552 balita, sedangkan jumlah sasaran balita yang ditemukan adalah  30.524 balita yang artinya jumlah balita yang ditemukan melebihi dari jumlah database yang berasal dari Disdukcapil.   Kondisi ini menggambarkan tingginya tingkat partisipasi  masyarakat bahwa dengan membawa balitanya  ke posyandu adalah sangat penting untuk  mengetahui pertumbuhan dan perkembangan balita, dan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Sistem pencatatan dan pelaporan yang digunakan menggunakan aplikasi ePPGBM yaitu elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. Sampai dengan saat ini sasaran balita yang terentry pengukuran bulan Agustus sementara mencapai 22. 543 atau 78,95 % dan untuk jumlah balita  stunting  yang ditemukan adalah 13,29 % .

Alhamdulillah  angka ini masih berada di bawah target nasional yaitu  24,1 % pada tahun 2020. Untuk sasaran balita yang sudah diberikan  kapsul vitamin A data sementara adalah  22.463 balita. Sedangkan sasaran yang belum mendapatkan vitamin A dapat dilakukan dengan kegiatan sweeping atau  penyisiran pada balita yang belum berkunjung ke Posyandu. Semoga ini adalah merupakan awal yang baik untuk keberlangsungan kegiatan keterpaduan keberhasilan dan kesinambungan Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat terutama kegiatan Posyandu.