Home Lampung Tengah Pariwara

Akibat Banjir, Warga GB I Kecamatan Seputih Surabaya Ngluruk Ke Kantor PWI Lamteng Minta Kakam GB II Ganti Rugi Dan Bertanggung Jawab

304
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Masyarakat Gayabaru 1 Kecamatan Seputih Surabaya Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) korban banjir menuntut ganti kepada Kepala Kampung Gayabaru 2, Heri Agus Setiawan.

Pasalnya, tuntutan ganti rugi itu dipicu akibat ulah Kepala Kampung Gayabaru 2, Heri yang membendung rawa Gayabaru yang mengakibatkan air rawa membludak menggenangi rumah warga Gayabaru 1. Selain itu juga menyebabkan sawah warga rusak dan kolam warga kebakaran.

Tuntutan ganti rugi warga korban banjir itu terungkap saat perwakilan masyarakat Gayabaru 1 Kecamatan Seputih Surabaya mendatangi Kator Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamteng, Senin (13/01/2020).

"Bendungan rawa itu selain menyebabkan puluhan rumah warga tergenang air setinggi setengah meter juga mengakibatkan sawah padi milik saudara Budi dan Susilo terendam banjir, dan 10 ribu ikan lele yang ada dikolam milik Samsul jebol," kata Mardiana prrwakilan warga.

Lebih lanjut Mardiana menjelaskan banjir ini terjadi karena bendungan rawa yang dipetak-petak dan dicor Kepala Kampung Gayabaru 2, tanpa adanya mausyawarah dengan masyarakat Gayabaru 1 terlebih dahulu. Ketika warga mempertanyakan persoalan tersebut malah yang bersangkutan marah dan menantang masyarakat.

"Kami berharap kunjungan kami ke Kantor PWI Lamteng mendapat solusi dari masalah ini," ujarnya dihadapan Pengurus dan Anggota PWI Lamteng.

Mardiana mengatakan, karena air yang mengenangi rumah warga tidak surut-surut, akhirnya warga sekitar dibantu Kepala Kampung Gaya Baru 1 dengan paksa menjebol rawa yang dibendung oleh Kepala Kampung Gaya Baru 2, untuk mengalirkan air yang merendam rumah warga.

"Banjir besar nya berlangsung sehari, cuma banjir tidak surut-surut sebelum bendungan rawa di bongkar masyarakat. Selama ini banjir tidak pernah terjadi sebelum adanya bendungan rawa tersebut meski musim penghujan tiba," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, warga pun sempat meminta ganti rugi, namun Kepala Kampung Gayabaru 2 tidak mau bertanggungjawab. Bahkan Camat Seputih Surabaya, Dedi Fadila sempat menyatakan bahwa musibah tersebut sudah selesai. Namun, ketika warga yang terkena dampak banjir meminta ganti rugi yang kurang lebih mencapai puluhan juta, pihak-pihak terkait tidak ada yang bertanggungjawab.

"Masyarakat merasa takut dan sungkan untuk menanyakan lebih detail terkait ganti rugi atas dampak banjir itu, makanya kami mengadukan masalah ini," tambahnya.

Menanggapi pengaduan masyarakat itu, Ketua PWI Lamteng Ganda Hariyadi mendesak Camat Seputih Surabaya Dedi Fadilah bisa menjembatani kerugian masyarakat sampai tuntas, agar Kepala Kampung Gayabaru 2 bertanggungjawab, karena cikal bakal musibah banjir ini bermula dari rawa yang dibendungnya.

"Jangam hanya bicara sudah klier, tapi masyarakat masih mempertanyakan masalah ganti rugi yang sampai saat ini belum ada kejelasan. Sekali lagi saya minta Camat Seputih Surabaya bisa menjadi mediator atas masalah ganti rugi warga terdampak banjir. Dan Kepala Kampung Gayabaru 2 harus bertanggungjawab," desaknya. (Mis.)