Home Way Kanan Pemerintahan Daerah

Ali Rahman Lakukan Pembinaan PPKM Mikro di Kampung Suma Mukti

148
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

HandalNews.id, Way Kanan - Wakil Bupati Ali Rahman, didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kussarwono, melakukan Kunjungan Kerja di Kampung Suma Mukti Kecamatan Way Tuba, Selasa (22/06/2021).

 
Ikut hadir dalam kunker tersebut kepala dinas,BPBD WK, Kepala Dinas Kesehatan, Sat Pol PP dan Camat Way Tuba.
 
Dalam Kunker tersebut, Wakil Bupati Ali Rahman melakukan pembinaan terhadap Pemberdayaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai Pelacak Kontak Erat Kasus Konfirmasi Covid-19, dimana proses pemeriksaan, pelacakan, karantina dan isolasi merupakan satu rangkaian kegiatan yang berkesinambungan yang akan berhasil jika dilakukan dengan cepat dan disiplin,untuk itu proses tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaannya dan berkoordinasi antara unit pemerintah pada berbagai level.
 
Selain itu, Kunker tersebut juga dalam rangka pembinaan PPKM Skala Mikro dan Pembentukan Posko Satgas Covid-19 dengan Kebijakan PPKM Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Kampung/Kelurahan dengan tujuan implementasi PPKM Mikro menitik tekankan skenario pengendalian pada level terkecil (Level RT), Menekan kasus dan Melandaikan kurva, pembentukan Posko Kampung/Kelurahan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas,tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh adat, tokoh pemuda, penyuluh, pendamping, tenaga kesehatan, relawan, PKK daan karang taruna.
 
Dalam kunker tersebut juga dijelaskan fungsi dari Posko Kampung/Kelurahan yaitu Pencegahan dengnan Sosialisasi dan penerapan 3M, 3T, Vaksinasi, Pembatasan mobilitas, Larangan berkerumun. Penanganan dengan Kesehatan (3T, Karantina, vaksinasi), Ekonomi dan Sosial. Pendukung dengan Pencatatan dan pelaporan, Logistik, Administrasi dan komunikasi serta Pembinaan dengan Penegakan disiplin 3M, 3T, Vaksinasi, Pemberian penghargaan dan sanksi berbasis kearifan lokal.
 
Hal yang penting dalam pelaksanaan Posko Desa/Kelurahan yaitu ketersediaan petugas, adanya aturan pencegahan dan pembinaan yang telah disepakati dan dipahami bersama, Tersedianya materi sosialisasi 3M, 3T dan vaksinasi dalam bahasa dan ilustrasi yang sederhana, metode sosialisasi/edukasi yang efektif dan sesuai kearifan lokal, Dukungan/fasilitasi penerapan prokes 3M yang memadai serta pendataan dan pengawasan mobilitas penduduk desa secara ketat,dengan prinsip-prinsip pendekatan manusiawi/humanis, pendekatan berbasis komunitas, pendekatan gotong royong, Pendekatan Sosiologis-Psikologis, stakeholder, aset komunitas, elemen kompak dan kesepakatan.
 
Sementara, Kadis Kesehatan, Anang Risgiyanto menambahkan bahwa Tracking dilakukan untuk mendeteksi sesegera mungkin kemungkinan penularan sekaligus sebagai upaya memutus rantai penularan, pencegahan dan pengendalian Covid-19 melalui penguatan pemeriksaan, pelacakan, karantina dan isolasi kasus Covid-19. Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Kadis Kesehatan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga tracer harus dilakukan penguatan dengan melibatkan tenaga lain diantaranya adalah Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
 
Konsep pelacakan yang pertama yaitu seluruh kasus konfirmasi dilacak kontak eratnya, kemudian seluruh kontak erat diperiksa, selanjutnya seluruh kontak erat dikarantina/konfirmasi diisolasi dan seluruhnya menyelesaikan karantina/isolasi.
 
Kadis Kesehatan juga menjelaskan bahwa pembinaan PPKM Mikro tersebut dilakukan karena kampung Suma Mukti Kecamatan Way Tuba masuh dalam zona merah berdasarkan zonasi Covid-19 PPKM Mikro kampung/kelurahan Kabupaten Way Kanan tanggal 18 Juni 2021 Periode kasus tanggal 11-17 Juni 2021,sementara zona orange terdapat 7 kampung yaitu kampung gunung labuhan, kecamatan gunung labuhan. Kampung pisang indah, kampung pisang baru dan kampung sukamaju kecamatan Bumi Agung. Kampung way tuba, dan kampung way tuba asri kecamatan way tuba serta kampung gisting jaya kecamatan negara batin. (Lumut)