Home Lampung Timur Hukum

Ancaman Kemunduran “GENERASI” Bangsa, Pungli Dan Korupsi BOS Wiradi Terlibat

289
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamtim - "Generasi penerus bangsa yang mumpuni adalah harapan seluruh rakyat Negara RI.  Tapi apa jadinya jika para generasi bangsa tidak mendapatkan pendidikan yang semestinya. Tentu suatu kemunduran yang akan mendominan masa depan Negeri ini"

Sedikit tulisan diatas adalah cerminan bagi seluruh tenaga pengajar baik ditingkat SD,SMP,SMA dan Akademik,untuk memberikan pengajaran dan merealisasikan seluruh program Pemerintah daerah ataupun pusat.

Jangan seperti Wiradi selaku oknum Kepala SMA Negeri 1 Way Jepara,Kabupaten Lampung Timur, dikarenakan yang bersangkutan justru melakukan keterbalikan hal tersebut. Dimana berdasarkan pengakuan Narasumber, Wiradi terlibat masalah Dugaan Pungutan Liar dan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018-2019, yang mengakibatkan kerugian negara mencapai miliaran Rupiah.

Lanjut sumber, bagaimana bisa melahirkan generasi bangsa yang akan mengharumkan negara ini kalau pemimpinnya saja mempunyai mental Korup seperti Wiradi.

“Lihat saja di SMA Negeri 1 Way Jepara, selama Wiradi memimpin justru kemunduran pendidikan yang mendominan, ini karena Program pemerintah seperti dana BOS yang dikucurkan untuk sekolah tersebut, dikorupsi oleh Wiradi, bahkan maraknya pungutan liar seperti modus daftar ulang yang realisasi dananya tidak jelas”,katanya.

Masih kata sumber, kalau melihat cikal bakal kedepannya, dampak yang paling bahaya dengan adanya prilaku korup oknum kepsek maka pendidikan yang ada dikabupaten Lampung Timur terancam mundur kebelakang.

"Aparat penegak hukum mesti bergerak untuk memeriksa Wiradi dan para kroninya. Karena ia menjalankan aksinya tentu tidak sendiri, adalahlah orangnya saya tau," cetus sumber.

Edisi lalu :  “Kegelapan menyelimuti hati nurani Wiradi selaku Kepala SMA Negeri 1 Way Jepara,Kabupaten Lampung Timur” Untuk mendapatkan keuntungan pribadi, Wiradi diduga melancarkan aksi Pungutan Liar (Pungli) dan Korupsi BOS tahun 2018-2019.

Menurut data yang ada diredaksi dan pengakuan narasumber, menjelaskan, Wiradi sebagai kepala SMA Negeri 1 Way Jepara dalang dari pungutan liar yang terjadi disekolah setempat.

"Pihak sekolah melancarkan modus daftar ulang penerimaan siswa baru yang dananya terbilang besar sedangkan realisasinya tidak ada, daftar ulang paling hanya memberikan honor para staf yang bertugas dikala saat penerimaan siswa, sedangkan untuk kegiatan tersebut sudah ada di anggaran Dana BOS artinya indikasi pendaftaran ulang yang dilakukan oleh pihak sekolah realisasi dananya tidak jelas dan Wiradi selaku kepala sekolah adalah dalang dibalik masalah tersebut," ujarnya.

Masih kata sumber, pengelolaan dana BOS disekolah tersebut tidak jelas, justru korupsinya mendominan sebab melihat dari pada keadaan sekolah yang kumuh lalu banyaknya sarana olah raga yang sudah rusak bahkan terkadang siswa iuran beli bola hanya untuk melakukan olah raga.

Secara rinci, kata sumber, tahun 2018-2019 anggaran BOS yang dikucurkan untuk sekolah setempat, dikorupsi dengan modus Mark-up, bahkan ada laporan Spj.palsu dan kuat dugaan ada juga masalah Manifulasi data siswa penerima BOS.

"Dana BOS tahun 2019 SMA Negeri 1 Way jepara dikucurkan oleh pemerintah pusat melalui IV Triwulan, Triwulan I Rp.288.680.000,-.Triwulan II Rp.577.360.000,-. Triwulan III Rp.288.680.000,-. Dan Triwulan IV Rp.290.920.000,-. Dari setiap TW tersebut wiradi melakukan aksinya dengan me Mark-up setiap kucuran dana untuk pembiayaan 11 item kegiatan yang dibiayai oleh dana BOS. Untuk memperlancar aksinya Wiradi dibantu oleh Oknum Bendahara sekolah, sehingga antara mereka berdua kongkalikong dalam mengeruk dana tersebut," ujarnya.

Masih kata sumber, dari 11 item tersebut terdapat 3 kegiatan yang sangat ketara dikorupsi, kegiatan pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler,kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah.

kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah, TW I Rp.70.450.000,-.  Dan TW II Rp.140.080.000,-. Dalam kegiatan ini sangat ketara dikorupsi bahkan ada indikasi pembelian barang yang fiktip. Dalam laporan beli barang tetapi kenyataannya tidak ada yang dibeli, adapun barang baru itu hasil dari siswa iuran untuk merawat Ruang Kelas Belajar (RKB).

Hingga berita ini dilansir, Wiradi belum bisa dihubungi. Edisi mendatang masalah ini akan terus dikupas. (HADI SYAPUTRA)