Home Tanggamus Hukum

Anggaran Pembelian PIN Dikorupsi, Herly Rakhman Buang Badan

272
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Perilaku yang ditunjukan oleh Herly Rakman selaku sekretaris dewan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, dimana (Herly Rakhman-red) memilih untuk Buang badan ketika dikonfirmasi terkait Anggaran paket penyedia PIN milik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten setempat, senilai Rp.399.500.000,- tahun 2019, menunjukan bahwa tabir Dugaan masalah diatas benar adanya.

Indikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang dilakukan oleh Oknum Koruptor di DPRD setempat, dimana Modus operandi Mark-up dan adanya pemalsuan kadar karat mas PIN, mengakibatkan Negara merugi, rakyat menderita.

Menurut Narasumber dan Data yang ada dimeja redaksi, mengatakan, Pada tahun 2019, ada pengadaan PIN senilai Rp.399.500.000 di Sekretariat Dewan kabupaten setempat yang dikorupsi.

“PIN yang diadakan bukan emas melainkan kuningan lalu ditambah adanya Mark-up,” ujar sumber yang meminta namanya tidak disebutkan. 

Lebih rinci, sumber berkata, itukan kuningan yang mengakibatkan Negara merugi rakyat menderita, kalaupun itu emas 22 sesuai dari pengadaan masih terkena masalah Mark-Up.

“Begini 450 ribu X 10 Gram emas 22 X 45 angota DPRD hanya menghabiskan Rp 200.430.000., jadi kemana sisanya inilah Mark-Upnya, maka si Herly selaku sekwan terkesan buang badan,” tegasnya. 

Dilain sisi, menurut Harpandi, selaku Ketua Lembaga Generasi Bangsa Bebas Korupsi (GBBK) mengatakan, prilaku korupsi yang terjadi di Kabupaten Tanggamus, seperti mewabah dimana selaku kepala daerah yang kita ketahui bersama tersandung masalah korupsi, jangan-jangan oknum koruptor disana masih banyak garis keturunan kepala daerah yang lalu. maka itu aparat penegak hukum yang ada di kabupaten setempat atau pun diluar daerah harus mengusut dan menjebloskan setiap oknum koruptor kedalam penjara. Supaya adanya efek jera sehingga kedepan Kabupaten Tanggamus menjadi pemerintahan yang bersih dari KKN.

Edisi mendatang masalah ini akan terus dikupas secara mendalam dan akan diungkap siapa dalang dibalik permasalahan diatas. 2019 Sebanyak 3 Paket kegiatan Senilai Rp3.575.000.000. (Red)