Home Lampung Tengah Hukum

Astaga !!! ketua P3A Kampung Nambah dadi Diduga Kuat Sunat dana program P3-TGAI 2020

1259
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah -( S) ketua  pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air ( P3A ) diduga kuat  sunat dana pada  program percepatan peningkatan tata guna irigasi ( P3-TGAI ) 2020 01/06/2020

pasalnya dari informasi narasumber (*)yang juga warga sekitar kampung tersebut "mas dikampung nambah dadi ada pekerjaan fisik tapi ketua P3A pekerja nya ditengah sawah infonya 200 juta mas , coba sampean gali bendahara tidak pegang dana anggaran dipegang ketua ujar sumber ( rek by phone ) 

berbekal informasi dari sumber Suaralidik.com melakukan investigasi dipekerjaan tersebut nampak beberapa  kejangalan dari tahap persiapan dan pemasangan material  batu belah untuk pondasi tidak sesuai gambar  , plaster , acian hanya dikuas saja  , lantai dasar yang tidak rapi  papan pekerjaan tidak terpasang dan prasasti 

dari data yang dihimpun seharusnya bila mengacu pada rencana anggaran belanja  ( RAB ) pembuatan P3-TGAI ada 2 type tinggi 160 cm dan tinggi 200 cm tapi kenyataan yang ada dikampung nambah dadi berbeda lantai dasar dengan tebal kurang  5 cm , kemiringan pondasi 75 cm , berem 20 cm ,  acian yang hanya dikuas saja terkesan terburu buru tingkat kerapihan tidak ada 

terpisah , (M)sekertaris sekaligus mandor pekerjaan swakelola tersebut dikonfirmasi dikediamnya mengatakan kepada Suaralidik.com " pekerjaan tahap l 70% itu kalau tidak salah 120 jutaan yang dicairkan ketua dan bendahara , untuk di detailnya langsung saja ketua P3A  karena kapasitas saya hanya seketaris mas "  katanya 

terpisah  ketua  pemberdayaan perkumpulan petani pemakai air ( P3A ) ( S ) ditemui dibalai kampung nambah dadi  menerangkan "semua sesuai mekanisme yang dianjurkan TPM anggaran 195 juta  panjang pekerjaan 408  , beli batu belah 5 kubik dalam satu rit harga 1.300000 juta  , untuk 22 rit pasir 55.0000 ribu  permobil  ,  semen 500 sak 55.000 ribu dan tukang 15 orang  untuk papan pekerjaan itu tidak dianjurkan dari pihak TPM saja bilang tidak usah kalau juknis saya tidak hafal " terangnya 

ditempat yang sama ( G ) bendahara P3A justru tidak selaras dengan dengan keterangan ketua " harga batu belah 1.4000 juta per mobil , semen 325 sak harga 5.7000 persak dan harga pasir 6.00000 per mobil kalau dana anggaran kami berdua yang ambil tapi dana kadang kadang saya pegang kadang kadang ketua" 

dari keterangan ketua dan bendahara yang tidak singkron membuat tanda tanya besar dan hingga berita ini diturunkan kami pihak media belum dapat mengkonfirmasi tim pendamping masyarakat ( a ) ( TPM ) bagaimana selanjutnya Suaralidik. com akan membeberkannya (rls/ Edy doy )