Home Tanggamus Hukum

Aswin Diduga Korupsi BOS AFIRMASI 2020 Senilai Rp 7.8 Milyar

627
0
SHARE
Fhoto dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Ketua Gerakan Anti Korupsi (GRAK), Chaidir S.H. meminta penegak hukum segera mengusut dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi Dinas Pendidikan Tanggamus, tahun 2020 senilai Rp 7,8 miliar.

"Penegak hukum diminta mengusut dugaan korupsi dana BOS Afirmasi di Dinas Pendidikan Tanggamus, 2020. senilai Rp 7,8 miliar.
Karna ini sudah jelas Merugikan Pihak Sekolah bahkan Negara, yang semestinya dapat dipergunakan Sekolah-sekolah SD maupun SMP yang menerima untuk menunjang dunia pendidikan disana, akibat Perbuatan Culas yang dilakukan oleh oknum yang hanya memikirkan dirinya Pribadi, tanpa memikirkan Kelangsungan hidup Bangsa dan Negara. Untuk itu saya harap penegak Hukum disana menjalankan pungsinya. Chaidir menambahkan, ' bila tidak ada tindakan dari penegak hukum disana hal ini akan kita Bawa ke Penegak Hukum Propinsi Lampung. Tutup Haidir.

Menurut Pengakuan dari Salah satu Kepala Sekolah di sana, iya mengatakan, anggaran BOS Afirmasi senilai Rp 60 juta/ sekolah, tahun 2020, anggaran tersebut Langsung di Kelola oleh Pihak Dinas Pendidikan, Drs. Aswin Dasmi, MM., selaku Kadis.

Iya menambahkan. " kami hanya menerima Barang saja, dia yang mencarikan tempat Pembelian Barangnya. Tutup nya.

Pemberian dana BOS Afirmasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bertujuan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran pada satuan pendidikan dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh pemerintah di daerah tertinggal, terdepan dan terluar yang penggunaannya untuk membiayai penyediaan fasilitas akses rumah belajar dan layanan daya dan jasa.

Berdasarkan Peraturan No. 31 Tahun 2019 tentang petunjuk teknis BOS Afirmasi, anggaran digunakan untuk pembelian perangkat tablet dengan jumlah unit sebanyak jumlah siswa sasaran prioritas yang ditetapkan menteri pada satuan pendidikan masing-masing. Yaitu perangkat komputer PC 1 unit, perangkat laptop 1 unit, perangkat proyektor 1 unit,perangkat jaringan nirkabel 1 unit, danperangkat penyimpanan eksternal atau hardisk 1 unit.

Hingga berita ini di turunkan, Aswin Selaku Kadis belum dapat di konfirmasi terkait adanya Dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Hal ini akan terus di ungkap pada edisi mendatang. (Red)