Home Pesawaran Pariwara

ATR-BPN Pesawaran Terbitkan Sertifikat PTSL Sebanyak 18 Ribu Bidang

450
0
SHARE
Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pesawaran Nurus Sholichin, A, Ptnh

Handalnews.id, Pesawaran - Agraria dan Tata Ruang Kantor Badan Pertanahan Nasional, Agraria dan Tata Ruang (ATR-BPN) Kabupaten Pesawaran pada tahun 2019 telah menerbitkan sertifikat tanah untuk masyarakat dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran.


Kepala Kantor ATR/BPN Kabupaten Pesawaran Nurus Sholichin, A, Ptnh, MM, mengatakan, pada tahun 2019 ini ATR-BPN Kabupaten Pesawaran telah menerbitkan sertifikat tanah melalui PTSL, sebanyak 18 ribu bidang.


"Diantaranya Kecamatan Gedong tataan, Marga punduh, Negeri Katon, Tegineneng, Way Lima, Padang cermin dan Teluk Pandan, serta Kecamatan Way Ratai," jelasnya, Kamis (14/11/19).



Dia menyebutkan untuk Kecamatan Marga Punduh menerbitkan sertifikat PTSL, lintas sektoral dari Perikanan, Kecantikan Negeri Katon Lintas Sektoral UKM, untuk Way Lima di Desa Paguyuban Lintas Sektoral Perikanan, untuk Padang cermin UKM, dan Kecamatan Teluk Pandan lintas Sektoral dari perikanan.


"Nah untuk Kecamatan Way Ratai itu ada program khusus dari Kanwil dengan nama program redistribusi atau Program Reporma Agraria, sebanyak 2178 bidang," katanya.


Kepala Kantor melanjutkan untuk Program PTSL saat ini yang sudah dibagikan kepada masyarakat sudah sebanyak 7.565 bidang dari total 18 ribu bidang dan sisanya akan dibagi dalam bulan ini.


"Bila digabungkan Pada tahun 2018 kemarin BPN Kabupaten Pesawaran telah menerbitkan 19.175 dan tahun ini 2019 ada sebanyak 18 ribu bidang jadi totalnya ada 37.175 bidang," sebutnya.


Ketika ditanya adakah kendala dalam penerbitan sertifikat, Nurus Sholichin, menjawab untuk kendala kurang nya SDM dan Sarana dan Prasarana, masih kurangnya kerjasama dengan masyarakat dengan aparat desanya dan tidak tahunya masyarakat dengan Biaya prasertifikasi.


"Selain itu terkadang pemilik tanah tidak tinggal di Kabupaten Pesawaran sehingga tidak bisa menyerahkan bukti-bukti kepemilikannya sehingga sertifikatnya tidak bisa diterbitkan," ucapnya.


Dia menambahkan untuk tahun 2020 BPN Pesawaran sudah mendapatkan kuota 20 ribu bidang Peta Bidang Tanah dan 15 ribu Sertipikat Hak Atas Tanah dan sEDANG disusun di Pusat, namun belum tahu untuk di desa mana atau kecamatan mananya.


"Dengan adanya sertifikat, status kepemilikan tanah lebih kuat di mata hukum. jadi masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan timbul permasalahan sengketa tanah di kemudian," ujarnya.


"Sertifikat merupakan barang berharga yang bisa digunakan untuk jaminan pinjam modal atau sebagainya. Tapi jangan sembarang diserahkan ke orang, khawatir jadi masalah di kemudian hari," timpalnya.   (Ismail)