Home Tanggamus Hukum

Bantuan DD Pekon Kalimiring Dikorupsi "Modus TY Demi Memperkaya Diri Pribadi"

879
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Bantuan Dana Desa (DD) yang diterima Pekon Kali Miring, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, tahun 2019, diduga sarat akan indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Hal tersebut terjadi lantaran diduga Kepala Pekon Setempat berinisial TY sengaja memainkan berbagai modus demi memperkaya diri pribadi.

Menurut pengakuan Narasumber dan data yang dimiliki, mengungkapkan jika pada tahun 2019 kegiatan pembanguan infrastruktur seperti Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, tidak dimengacu pada Rancangan Anggaran Biaya (RAB). 

"Itu hasil pekerjaannya tidak sesuai bisa dilihat dari kualitasnya yang kurang kokoh dan mudah rusak," ungkap sumber. 

Sumber juga mengungkapkan jika kepala Pekon setempat sengaja mengurangi bahan material bangunan, agar mendapatkan untung yang besar.

"Dana Desa ini kan digunakan untuk mensejahterakan masyarakat bukan untuk mensejahterakan kepala Pekon," ujarnya. 

Tidak sampai disitu, sumber juga mengungkapkan jika kegiatan seperti, Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Sistem Pembuangan Air Limbah (Drainase, Air limbah Rumah Tangga), Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa/Permukiman (Penampungan, Bank Sampah), Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan, juga tidak luput dari permainan kasak kusuk kepala Pekon setempat.

"Parah berbagai cara dilakukan oleh kepala Pekon demi mendapatkan keuntungan pribadi," katanya. 

Bahkan sumber juga mengatakan jika anggaran Dana Desa yang digunakan untuk kegiatan pemberdayaan dan pembinaan masyarakat, yang salah satunya bertujuan untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Pekon, justru kegiatanya tidak jelas.

"Dana Desa yang digunakan untuk Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat tidak direalisasikan dengan baik, semua dilaksanan sealakadarnya saja, kalau begini bagaimana masyarakat bisa pandai," cetusnya. 

Sumber berharap, Aparat penegak hukum dapat melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap kepala Pekon tersebut.

"Ini sudah parah betul, saya berharap aparat penegak hukum dapat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan," harapnya. 

Selain itu, diketahui pada tahun 2020 Pekon Kalimiring, Merealisaiskan anggaran Dana Desa sebesar kurang Lebih Rp. 450 juta yang digunakan untuk kegiatan pembangaunan infrastruktur, yang mana dalam realisasinya juga diduga sarat akan indikasi KKN.

Sementara itu TY, Kepala Pekon Kali Miring, Kecamatan Kota Agung Barat hingga berita ini diturunkan belum dapat di konfirmasi, namun permasalah tersebut akan terus di kupas di berita selanjutnya.  (Red)