Home Lampung Selatan Hukum

Belanja Ternak Disnakeswan Lamsel Berpotensi KKN

351
0
SHARE
Chaidir : Kami Sudah Koordinasi APH

KALIANDA (Handalnews) Anggaran belanja ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lampung Selatan yang menghabiskan anggaran hingga Rp5.055.810.000 dianggap sangat tidak masuk akal. Selain karena arah manfaat kegiatan yang sangat buram, kegiatan itu berpotensi merugikan keuangan Negara hingga miliaran Rupiah setiap tahunnya.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi (LSM GRAK) Provinsi Lampung, Chaidir, mengatakan jika kegiatan pengadaan ternak milik Disnakeswan Lampung Selatan Tahun Anggaran 2020 berpotensi merugikan keuangan Negara karena celah KKN dalam kegiatan itu sangat besar.


Dikatakannya jika pada Tahun Anggaran 2020, Disnakeswan Lampung Selatan merealisasikan kegiatan           Pengadaan Sapi di 10 kecamatan senilai Rp600.000.000; Belanja hibah barang/jasa yang akan diserahkan kepada masyarakat pengadaan Ayam Buras di 120 Kelompok senilai Rp2.682.030.000; Belanja hibah barang/jasa yang akan diserahkan kepada masyarakat pengadaan Itik di 100 kelompok Rp1.773.780.000.
Lebih lanjut dikatakan, pengadaan hewan ternak yang dilakukan Disnakeswan Lampung Selatan tersebut sangat rawan dengan penggelembungan harga satuan ternak, karena selain sangat fluktuatif kegiatan yang dimaksudkan untuk kesejahteraan kelompok tani ini juga sangat minim pengawasan dan selalu lost control.
“Kami sudah melakukan observasi kepada beberapa kelompok tani penerima bantuan ternak tersebut, khususnya Sapi, diketahui jika pengawasan yang dilakukan oleh pihak Disnakeswan Lampung Selatan hanya selama satu tahun anggaran.


Artinya jika pada tahun anggaran selanjutnya keberadaan ternak maupun prospeknya sama sekali tidak mendapatkan pengawasan lebih lanjut. Sehingga kegiatan yang ditujukan untuk pemerataan kesejahteraan ini, hanya berujung kepada upaya korupsi bersama-sama mulai dari kalangan pejabat hingga peternak,” ujar Chaidir ketika disambangi awak media ini dikediamannya.


Chaidir juga menjelaskan jika dari hasil observasi dan investigasi yang dilakukan pihaknya diketahui jika terdapat indikasi mark-up alias penggelembungan harga ternak yang diduga dilakukan oleh oknum Disnakeswan Lampung Selatan.


“Setelah melakukan observasi dan investigasi kami menemukan fakta dan keterangan jika harga ternak Sapi yang seharusnya berkisar hanya jutaan Rupiah justru membengkak jadi belasan juta Rupiah per ternaknya. Sekarang bayangkan jika setiap tahun ada ratusan ternak yang di beli dengan harga luar biasa mahal itu. Berapa potensi korupsinya?,” jelasnya.
Diungkapkan Chaidir jika regulasi dalam pengadaan ternak tersebut sudah sangat baik, namun tidak dibarengi dengan pengawasan berkelanjutan yang juga baik. “ Sejauh ini regulasi untuk pengadaannya sudah sangat baik, namun apa artinya sebuah aturan tertulis yang baik jika tidak diikuti dengan realitas lapangan yang juga baik,” tandasnya.


Untuk menyikapi temuan tersebut, Chaidir, mengaku jika pihaknya akan segera berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar dugaan KKN belanja ternak Disnakeswan Lampung Selatan bias segera diproses secara professional dan berintegritas. Sehingga tidak lagi ada uang Negara yang terhambur percuma setiap tahunnya. (Red)