Home Lampung Tengah Pariwara

Berkelakuan Baik, Lima Napi Lapas Gunungsugih Peroleh Remisi Khusus Natal

189
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Sebanyak lima orang Narapidana (Napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunungsugih, Lampung Tengah (Lamteng), memperoleh remisi khusus natal berdasarkan Keputusan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) RI. Nomor : PAS-1446.PK.01. 01.02, tahun 2019.

Remisi khusus ini diberikan secara simbolis oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Lapas, Yulianto, yang berlangsung di aula kunjungan Lapas setempat, Sabtu (28/12/2019).

Acara yang dihelat bersamaan dengan perayaan natal, selain dihadiri Plh. Kelapas, Yulianto, yang bertindak sebagai pemimpin upacara pemberian remisi, pejabat struktural, pegawai, keluarga narapidana, pendeta dan jemaat dari GPPS Filipi Bandarjaya dan GKSBS Metro, berjalan dengan lancar dan penuh suka cita.

Plh. Kalapas Yulianto dalam sambutannya, saat membacakan sambutan tertulis Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) RI Prof. Yasonna H Laoly, dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, baik di lingkungan masyarakat luas maupun masyarakat yang menjalani pidana di dalam Lapas dan Rumah Tahanan Negara (Rutan), harus memiliki sikap sebagai sahabat kepada semua orang, memotivasi perubahan pada diri sendiri, terlepas dari apa respons orang lain.

"Menjadi sahabat bagi orang lain, adalah pondasi untuk mencegah kita jatuh dalam tindakan merendahkan manusia, terjerat kriminal dan dosa," ucap Yulianto.

Ditambahkannya, bahwa besaran remisi bagi lima orang Napi tersebut berbeda-beda, tergantung lamanya pidana yang harus dijalani di dalam lapas, lama pidana yang sudah dijalani, dan sudah berapa kali mendapatkan remisi.

“Pada tahun ini, ada empat orang Napi yang memperoleh remisi 1 bulan, mereka adalah berinisial APS, JWS, PD dan RR, sedangkan 1 orang lainnya memperoleh 1 bulan 15 hari berinsial P. Secara keseluruhan negara dapat menghemat anggaran sebesar Rp2,8 juta, ini berdasarkan perhitungan biaya makan para narapidana," jelasnya.

Remisi khusus ini, imbuh Yulianto lagi, diberikan pada hari besar keagamaan Napi, sesuai dengan agama dianut dan juga merupakan perwujudan dari pemajuan dan perlindungan HAM, sebagai salah satu sarana hukum yang penting dalam rangka mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan.

“Asalkan Napi berkelakuan baik di dalam lapas, mengikuti kegiatan pembinaan dan memenuhi syarat administrasi lainnya, berdasarkan Permenkum-HAM RI. Nomor : 03 tahun 2018, tentang syarat dan tata cara pemberian remisi, asimilasi, cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, dan cuti bersyarat, maka kami akan mengusulkan Napi tersebut untuk memperoleh remisi khusus," pungkas Yulianto.

Pegawai pembina kerohanian kristiani, Chandra Siahaan mengatakan, Napi yang memperoleh remisi tersebut memang telah berkelakuan baik. Segala kegiatan pembinaan yang telah ia adakan didalan Lapas mereka ikuti semua, sehingga menurutnya memang sangat pantas mereka mendapatkan remisi khusus natal ini.

“Remisi khusus ini, merupakan buah perjuangan mereka, karena telah berkelakuan baik selama berada didalam Lapas," jelasnya. (Gun/Fajri)