Home Lampung Tengah Hukum

BOS SMK Negeri 1 Seputih Surabaya Dikorupsi Lebih Dekat Kepada Gembong Mafia BOS

1385
0
SHARE
Kepala SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Temu

Handalnews.id, Lamteng - Dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018 di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Seputih Surabaya, Lampung Tengah, sekaligus pembuka tabir soal adanya mafia BOS yang bermain dibalik semua skandal dana bantuan pemerintah pusat tersebut.

Korupsi dana BOS di SMK 1 Seputih Surabaya juga mengungkapkan bagaimana kejamnya seorang kepala sekolah dalam memperkosa program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menuntaskan wajib belajar 12 tahun.

Setelah melakukan kajian mendalam, ikhwal dugaan korupsi di SMK Negeri 1 Seputih Surabaya rupanya berawal adanya dugaan aliran dana BOS dari hilir menuju hulu.
Namun persoalan ini baru akan di kupas untuk seri di edisi mendatang.

Berdasarkan pengakuan narasumber, dikatakan bahwa anggaran dana BOS yang diterima pihak SMK Negeri 1 Seputih Surabaya pada Triwulan 1 sebesar Rp164.640.000; Triwulan II Rp329.280.000; Triwulan III Rp176.960.000 dan Triwulan IV Rp174.160.000.

“Hampir setiap pencairan dana BOS di korupsi dengan modus mark-up, bahkan yang lebih parah ada dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum koruptor di sekolah tersebut dengan pola memanipulasi data siswa penerima bantuan BOS,” ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Sumber juga mengungkapkan jika setiap tahapan pencairan dana BOS direalisasikan untuk beberapa kegiatan, sedangkan kegiatan yang terindikasi sarat dengan dugaan Korupsi antara lain, kegiatan pengembangan perpustakaan pada Triwulan II Rp177.520.000; Kegiatan pembelajaran dan ektrakurikuler Triwulan I Rp46.747.873 lalu pengelolaan sekolah Triwulan III Rp73.736.284; Triwulan IV  Rp41.328.000 dan Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Triwulan II Rp47.825.000; Triwulan III Rp38.780.000 dan Triwulan IV Rp41.328.000.

“Dari kegiatan yang disebutkan diatas modus korupsinya menggelembungkan setiap pembelian satuan barang atau mark-up,” jabarnya.

Dijelaskan jika kronologis dugaan korupsi itu bisa dilihat secara kasat mata melalui anggaran Dana BOS yang dikucurkan untuk pengecetan, diduga tahun 2018 tidak direalisasikan lalu untuk perbaikan atap-atap yang sudah rusak tidak dilakukan.

Lebih lanjut dijelaskan, perawatan taman sekolah dilaksanakan tetapi dilakukan oleh siswa yang kedapatan melakukan pelanggaran padahal yang tercantum di Rancangan Anggaran Biaya (RAB) itu dianggarkan, ditambah lagi alat-alat kebersihan mulai dari sapu sampai perbaikan WC tidak direalisasikan dan yang paling parah ialah kegiatan pengembangan perpustakaan yang sejatinya untuk meningkatkan prestasi belajar justru kegiatan ini menjadi target oknum koruptor disana untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya.

“Buku yang ada disekolah tersebut kebanyakan buku lama,” jelas sumber.

Terpisah Kepala SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Temu, saat diminta konfirmasi tidak memberikan tanggapan, dan banyak yang menyebutkan jika perlu diketahui sosok Temu merupakan kepala sekolah karbitan, sebab dalam pelantikannya sebagai kepala sekolah diwarnai dengan adanya isu suap kepada  oknum Disdikbud Provinsi Lampung dengan kisaran mahar sebesar Rp60 juta.
Edisi mendatang permasalah ini akan dikupas lebih lanjut, Tunggu.    (Hadi)