Home Lampung Tengah Hukum

BOS SMPN 1 Gunung Sugih Rawan Korupsi

155
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamteng - Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah dipermalukan oleh aksi oknum Kepala  SMP Negeri 1 Gunung Sugih. Dimana Kepsek diduga melancarkan aksi pungutan Liar dan  Korupsi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019.

Diketahui disetiap pertemuan, pihak Dinas Pendidikan setempat selalu menegaskan agar jangan sampai coba-coba untuk melakukan Korupsi dana BOS. Sebab program dana BOS adalah salah satu Program unggulan pemerintah.

Menurut Narasumber, mengungkapkan, oknum kepsek tersebut dalang dibalik pungli dan korupsi BOS di SMP Negeri 1 Gunung Sugih. Pola Mark-up diterapkan lalu ia. kepsek kongkalikong dengan Oknum Bendahara untuk mengakali dana tersebut.

"Kepsek orang asli sini, seharusnya dia malu melakukan tindakan tersebut," ucapnya.

Dia menambahkan, dana BOS yang diterima pihak SMP Negeri 1 Gunung Sugih Tahun  2019,  rincian TW I Rp. 118.800.000,-.  TW II Rp. 237.600.000,-. TW III Rp. 118.800.000 Dan TW IV Rp. 115.200.000,-.

 “Dari dana tersebut dikucurkan untuk 11 item kegiatan, dari setiap kegiatan tersebut diakal-akali oleh Oknum Kepsek dan bendahara untuk mendapatkan keuntuangan," katanya.

Lebih jauh, sumber menjabarkan, dari 11 item kegiatan tersebut terdapat 4 item yang sangat terlihat dikorupsi dan bisa disaksikan oleh kasat mata apa yang terjadi disana. Kegiatan pengembangan Perpustakaan, Kegiatan Pengelolaan sekolah, kegiatan pembelajaran dan Ekstrakurikuler, kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah.

“Bayangkan kegiatan seperti pengembangan perpusatakan yang dibiayai dana BOS dalam realisasinya tidak mengacu kepada Rancangan Anggaran Biaya bahkan ada indikasi pembelian jumlah buku yang dilakukan oleh pihak sekolah tidak sesuai dengan acuannya. Lalu maraknya jual beli buku LKS dengan Harga Rp.10.000,-. Per LKS dimasing-masing sekolah," paparnya.

Parah lagi, kata sumber, kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah realisasinya tidak jelas sebab jika mengutip dari pada nama kegiatan tersebut, fakta yang ada sarana atau pun prasarana tidak ada yang intens di pelihara. Pengecatan  sekolah tidak dilakukan.

"Kemana anggaran sebesar itu, bentuk laporan pertanggung jawabannya di buat-buat saja sama Oknum bendahara sekolah," jelasnya sambil menunjukan rincian data.

Lain sisi, hingga detik ini Oknum kepala sekolah belum bisa dihubungi. Tunggu serial mendatang.  (Hadi Syaputra)