Home Way Kanan Hukum

BPN Way Kanan Dinilai Tumpang Tindih, Atas Kepemilikan Tahan Seluas 1,3 Hektar. 

114
0
SHARE
Foto dok: handalnews.id

Handalnews.id, Way Kanan - Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten,Way Kanan,di nilai tumpang tindih atas kepemilikan sertifikat dengan luas tanah,1,3 Hektar, di Kampung Bumi Agung ,Kecamatan Bahuga,Kabupaten Way kanan.
 
Diketahui,Drs.AhmadGantha.L.Ng.MM., adalah sebagai pemilik tanah dengan luas keseluruhan 70 hektar dan memberikan kuasa kepada Bambang Irawan, untuk mengurus serta mengarap pohon sawit yang berada di areal tanah tersebut hal ini terbukti dengan adanya surat kuasa yang diberikan serta di tanda tangani oleh pemilik Muhamad Agantha dan di tanda tangani pula oleh beberapa saksi, salah satu diantaranya Nurwawi, Selaku Kepala Kampung Bumi Agung, Senin.(12/4/2021)
 
Saat di konfirmasi di lapangan, tepatnya di lokasi lahan tanah sengketa pada hari ini,Alfian, ketua kordinator pengukuran dari, Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Way kanan, menjelaskan, pada hari ini di lakukakan pengukuran disini, menindak lanjuti adanya surat permohonan yang masuk di BPN, yang salah satunya luas tanah 1,3 Hektar, yang ada di lokasi ini, sesuai dengan sertifikat yang ada. Jelasnya.
 
Alfian pun menerangkan jika pihaknya menindak lanjuti surat dari permohon atas nama Samsudin, yang telah membeli tanah seluas 1,3 hektar, yang bersetifikat atas nama, Cristop Arya, dengan tahun sertifilat 2016.Terangnya kepada awak media. 
 
Tapi setelah di lakukan pengecekan berkali kali di lokasi sampai waktu menunjukan pukul jam 5 sore, titik kordinat lokasi tanah, sesuai dengan peta yang berada di dalam sertifikat belum juga ditemukan. Jelas Alfian.
 
"Dan hasil pengukuran pada hari ini akan kita laporkan ke kantor,dan akan kami sampaikan kepada atasan kami,untuk selanjutnya akan kami informasikan kepada pihak pemohon dan tergugat," Tambahnya.
 
Di tempat yang sama, saat di konfirmasi, Bambang Irawan, selaku orang yang di kuasakan oleh,Drs.Ahmad Gantha.Ng.MM,dengan pemegang bukti kepemilikan,Akta Jual Beli,(AJB) tahun 2006,dengan luas tanah 70 hektar, dengan singkat menjelaskan, "saya hanya menjalankan amanat orang yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya," ungkapnya. 
 
Bambamg juga menambahkan,biarlah pengadilan yang membuktikan yang mana yang benar dan yang salah, toh Negara inikan Negara Hukum.
 
Terpantau dilapangan, giat pengukuran yang di lakukan oleh pihak BPN,juga ikut di saksikan oleh tokoh masyarakat, Babinsa, Babinkamtibmas, tapi tidak di hadiri oleh, Nurwawi selaku Kepala Kampung, Bumi Agung, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan. (Rizal/rls)