Home Lampung Tengah Peristiwa

Bupati Loekman Serahkan Bantuan Kepada Nenek Watiyem

245
0
SHARE
Foto dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Loekman Djoyosoemarto, diwakili Camat Terbanggibesar, Fathul Arifin, menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok (Sembako), kepada nenek Watiyem (90) warga RT 24, Lingkungan 5-B, Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar.

Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian sosial kepada sesama, dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng, melalui Dinas Sosial (Dinsos) setempat, kepada warga kurang mampu yang membutuhkan.


Kepala Dinas Sosial yang diwakili oleh Kabid Resos, Johanes Chanzen, bersama Camat Terbanggibesar, Fathul Arifin, serta hadir juga Kepala Kelurahan Yukumjaya, Jhoni Darwin, tiba di rumah kediaman nenek Watiyen, sekitar pukul 20.15 wib., Selasa (10/9/2019).

Kehadiran tim disana menindaklanjuti informasi, yang mengatakan bahwa ada warga miskin yang hidup sebatang kara. Untuk memastikan hal tersebut, tim langsung turun ke lokasi dengan membawa beberapa jenis kebutuhan pokok.

Dengan disaksikan Kepala Lingkungan (Kaling) 5-B, Kaisar Bakri, dan keponakan nenek Watiyem, Paimo (57), mewakili Bupati Lamteng, secara simbolis Camat Fathul Arifin menyerahkan sembako kepada nenek Watiyem, berupa beras, mie instan dan sembako jenis lainnya.

Dikatakan Camat Fathul Arifin, kehadiran dirinya bersama tim Dinsos dan aparat pamong kelurahan setempat, untuk memastikan kondisi nenek Watiyem, sekaligus menyerahkan bantuan sembako dari pemerintah daerah.

Mengenai beberapa hal yang menjadi kebutuhan sang nenek, seperti pengobatan dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinsos. Pemerintah daerah akan terus memantau dan memastikan tidak ada keluhan, yang dirasakan nenek Watiyem.

"Ya kehadiran kita disini untuk memastikan seperti apa kondisi nenek ini. Selain itu, kita menyampaikan bantuan sembako dari Bupati Lamteng. Mengenai kebutuhan yang lainnya, kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan seluruh Unsur OPD yang terkait" jelas Fathul Arifin.

Menurut keterangan keponakan nenek Watiyem, Paimo (57), bibinya ini tinggal di rumah sendiri tanpa ada teman seorangpun, sejak ditinggal oleh suami yang meninggal dunia sejak lima tahun lalu, bibinya juga tidak memiliki anak kandung.

Masih kata Paimo, bibinya ini tinggal di rumah yang dibuat oleh dirinya bersama anggota keluarga lainnya, yang berdiri diatas lahan miliknya. Sejak nenek Watiyem tidak dapat bekerja lagi, kebutuhan hidupnya sehari-hari ditopang oleh keponakan, anggota keluarga dan tetangga lingkungan.

"Rumah yang ditempatinya ini, adalah bantuan dari kami keponakannya, termasuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya, juga dari kami dan tetangga yang peduli. Kalau beliau sakit dan berobat, kami juga yang mengurusinya," ulas Paimo.

Sementara Lurah Yukimjaya, Jhoni Darwin mengatakan, bahwa nenek Watiyem telah didata oleh pihak kelurahan, melalui Musyawarah Desa/Kelurahan (Musdes), untuk dimasukkan ke dalam data Basis Data Terpadu (BDT), sehingga yang bersangkutan dipastikan akan menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Pada musyawarah kelurahan beberapa waktu lalu, kami sudah memasukkan nenek ini ke Basis Data Terpadu, agar beliau bisa mendapatkan beberapa fasilitas program pemerintah, seperti PKH dan BPNT. Mudah-mudahan kedepannya nanti, dapat menerima bantuan sosial tersebut," jelas Jhoni. (Gun)