Home Lampung Tengah Pemerintahan Daerah

Bustami Berharap Pasar BJP Dikelola Perusahaan Profesional

40
0
SHARE
Ketua LSM Lembaga Masyarakat Lampung (LML), Bustami HR., S.Sos., MM.

Handalnews.id, Lampung Tengah - Ketua LSM Lembaga Masyarakat Lampung (LML), Bustami HR., S.Sos., MM. berharap, kedepan pasar modern Bandarjaya Plaza (BJP) dapat dikelola oleh perusahaan profesional.

"Saya berharap, kedepannya pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah (Lamteng), Musa Ahmad dan Ardito Wijaya, agar pengelolaan pasar itu (BJP-red) bisa diberikan kepada perusahaan yang profesional," harapnya.

Dilanjutkan Bustami, saat ditemui di kediamannya, Rabu (17/2/2021), yang jadi alasan mendasar dirinya menginginkan pengelolaan yang lebih baik, karena pasar tersebut merupakan wajah ICond pembangunan daerah Lamteng, yang berjuluk "Beguwai Jejamo Wawai".

Karena pemerintah daerah telah menetapkan Kota Bandarjaya sebagai wailayah pengembangan ibu kota kabupaten, dengan menempatkannya sebagai wilayah pengembangan buisnis, perekonomian masyarakat, serta pariwisata religi, karena secara kebetulan pasar tersebut berhadapan langsung dengan masjid Agung Istiqlal.

Selain profesional, perusahaan pengelola juga harus yang berkompeten (pengalaman) di bidangnya, serta memiliki modal cukup. Karena, pasar tersebut sudah saatnya untuk dilakukan perubahan pada fisik bangunan, seiring dengan perkembangan ekonomi masyarakatnya.

"Sudah saatnya bangunan fisik pasar itu dilakukan perubahan, apakah dilakukan pembangunan baru ataupun penambahan bangunan lainnya, yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ujar Bustami.

Sesuai juga, imbuhnya lagi, bangunan pasar yang ada saat ini adalah bangunan tahun 2001 lalu, dimasa kepemimpinan Bupati Andy Achmad. Artinya, sampai dengan tahun 2021 ini, berarti fisik bangunan pasar BJP telah berusia 20 tahun.

"Coba kita amati pada fisik bangunan disana, ada beberapa sisi yang sudah mengalami retak, pintu rooling door yang keropos, keramik lantai terkelupas, dan atap yang sudah banyak bocor. Nah ini perlu perhatian serius dari pemerintah daerah," pungkas Bustami. (Gun)