Home Nasional

Celoteh Sang Rakyat Jelatah

365
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Oleh : Rizal


"Mana Lebih Bagus Pancasila atau Al-Qur'an, lalu yang berjuang di Abad 20 itu Nabi yang mulia Muhammad apa Ir.Soekarno untuk kemerdekaan," kata Sukmawati dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri  saat diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme.

Astagfirulloh Nek Sukmawati, sungguh teganya dirimu terhadap rakyat Indonesia yang beragama muslim termasuk saya (penulis-red), yang didalam iman kami takkan sempurna jika kami tidak mencintai Nabi Muhammad SAW dan tidak mengamalkan isi kitab Al-Qur'an. 

Nek Sukmawati yang sangat saya hormati, sebagai anak perempuan dari pejuang Republik Indonesia, Ir.Soekarno. sangat wajib untuk saya  menghormati anda.  tidak seperti saya Nek, yang hanya seorang pemuda dari keluarga miskin dan tidak beradab. 
Tetapi meski begitu, rasa bangga, penuh hormat dan cinta saya terhadap para pejuang sangatlah tinggi.  Nek Sukmawati saya ingin sedikit bercerita.

"Sejak saya duduk di bangku Sekolah Dasar, saya sudah diajarkan untuk mengenal, menghormati, menghargai dan mencintai para pejuang. tetapi nek, sejak dahulu guru saya tidak pernah mengajarkan saya untuk membadingkan hal yang sangat mengecewakan rakyat Indonesia dan  umat muslim, bahkan  tidak pernah terbanyang dibenak saya ada seseorang yang tega melakukan hal seperti itu"

Perkataan nek Sukmawati saat diskusi bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme sangat menyakitkan hati saya secara pribadi. Apakah saya salah jika saya merasa begitu. 

Meski Saya hanya berperan sebagai rakyat kecil di Negara Indonesia ini, tetapi kecintaan saya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia sangatlah besar. Tetapi ungkapan nek Sukmawati saat diskusi membuat saya terombang- ambing dalam perasaan, dan fikiran saya. Bahkan hingga saat ini Nek, saya blom menjawab pentanyaan pidato yang Nek Sukmawati ucapkan. 

Memang benar nek, kalau Ir.Soekarno adalah sosok tokoh pejuang yang sangat diidolakan di Negara kita ini, tetapi bukankah kemerdekaan Republik Indonesia juga diperjuankan oleh banyak tokoh pejuang lainnya.

Ratusan pejuang bertumpah darah, berguguran demi merebut tampuk kekuasan dari tangan penjajah. Nek Sukmawati Disini saya ingin sekalian berdoa kepada alloh SWT, agar para pejuang yang gugur berada dalam surga alloh yang sangat indah, dan semoga saya, nenek Sukmawati dan semua yang membaca mendapatkan safaat dari Nabi Muhammad SAW di yaumil akhir nanti. Amin yarobal alamin. 

Nek Sukmawati, yang ada dalam benak seorang rakyat miskin seperti saya ini, tidak lah sepintar para ilmuan-ilmuan, dan para Insinyur, dalam menelaah ungkapan anda. jadi maafkanlah jikalau saya kurang cerdas dalam menelaah apa yang nenek katakan. Dan saya yakin seorang yang berjiwa nasionalisme seperti nenek Sukmawanti mau memafkanya.  

"Membandingkan Al-Quran dengan pancasila dalam diskusi yang  bertajuk 'Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme, merupakan suatu ungkapan bermakna sindiran yang sangat kotor, sebab secara tidak langsung dapat diartikan kalau Al-Qur'an merupakan salah satu sumber indikasi terbentuknya Radikalisme dan Terorisme.

Padahal bukankah Radikalisme dan Terosime merupakan alat yang digunakan oleh para oknum pembenci islam untuk menjatuhkan dan menfiknah agama  islam.  dan ini sangat masuk akal menurut saya. Karna didalam islam sendiri tidak ada ajaran yang mengajarkan tentang Radikalisme dan Terorisme. Dan saya yakin pemahaman tentang Terorisme dan Radikalisme akan berubah arah tidak lagi menyemat di umat muslim. Dan menurut saya pancasila- Al-Qur'an dan ajaran islam itu tidak ada pertentangan. 

Selain itu, jika kita mengingat kembali berita-berita yang terjadi di luar Negara Indonesia, seperti berita penjajahan Israel terhadap Palestina, peperang di Suriah, terbantainya Etnis  Rohingya di Myamar, dan masih banyak lagi lainnya, ini merupakan Genosida-Genosida yang dilakukan oleh Oknum pembeci agama islam, apakah ini bukan bentuk dari radikalisme dan terorisme. Mengapa Radikalisme dan Terorisme diungkapkan jika oknum yang mengaku beragam Islam yang melakukannya. 

Nek Sukmawati, saya sangat mendukung diskusi bertajuk Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme, bahkan  rasanya ingin sekali- sekali bisa ikut. Sebab diskusi seperti itu sangat dibutuhkan.  dimana memang pemuda- pemudi indonesia harus kembali diingatkan tentang pentingnya menjaga Nasionalisme. Sebab  dengan Jiwa Nasionalisme yang tinggi yang dimiliki pemuda- pemudi Indonesia.

Maka Radikalisme dan Terorisme dapat teratasi.  Tetapi sangat sayang sekali, forum diskusi yang sangat baik itu malah berisi beberapa statman yang sangat ngaur menurut saya. Apakah nek Sukmawanti yakin dengan pidato seperti itu dapat membangkitkan dan meningkatkan gairah pemuda- pemudi indonesia.

Meski begitu saya tetap yakin tujuan anda baik, dan smoga pidato anda itu dapat meningkatkan kedewasaan rakyat dalam berfikir. 

 Sekian celoteh saya dari rakyat jelatah.  Trimakasih.