Home Tanggamus Hukum

Covid-19 Hanya Alasan Arfin Tilep Dana 1 Milyar

410
0
SHARE
Fhoto dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Kelicikan yang dilakukan Arfin selaku Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Tanggamus, dalam mencari keuntungan ditengah wabah Covid-19 memang luar biasa. Aksi tipu-tipu yang dilakukannya sudah masuk dalam kategori gawat darurat tindakan dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Bayangkan saja sosok seorang Arfin berani bohong kepada awak media ini dengan mengatakan bahwa anggaran tahun 2020 hanya Rp.1,9 sedangkan dari data yang ada sesuai juga apa yang disampaikan Narasumber bahwa APBD tahun 2020 senilai Rp 2.741.000.000,-. Untuk Membiayai Kegiatan sebanyak 28 Paket proyek.

Atas dasar pengakuan Arfin yang mengatakan APBD hanya Rp.1,9 Milyar tentu menambah keyakinan bahwa masalah KKN di Bagian tersebut nyata adanya. Jika sebelumnnya dirilis dalam SKM Handal Lampung dengan dua kali terbitan maka, dengan ini suatu ketetapan telah terjadi Korupsi betul betul siap untuk dimeja hijaukan sesuai langsung dari pengakuan Arfin soal diatas.

Dilain sisi sumber kembali menerangkan, tahun 2020 APBD yang diterima oleh pihak Bagian Kesra senilai Rp.2.741.000.000,-. Untuk realisasi 28 paket Proyek. “dari setiap kegiatan itulah oknum penyamun yang bersarang di bagian tersebut melancarkan aksinya. Arfin aktor dibalik masalah KKN tersebut”,ujarnya.

Sumber juga menjelaskan, untuk kegiatan yang sangat ketara di Korupsi ialah, Kegiyatan yang diduga menjadi lahan Basah oleh para Oknum Koruptor disana adalah, Belanja Pemberangkatan Umroh Rp 1.787.500.000,-. Belanja Pemberangkatan Haji Rp.252.000.000,-. Belanja Makan dan Minum Kegiatan Rp.139.500.000,-. Belanja Pakaian Seragam Kegiatan Rp.11.100.000,-. Belanja Pakaian Seragam Kegiatan Rp.11.100.000,-. Belanja Jasa Penceramah Rp.25.500.000,-. Belanja Sewa Sarana Mobilitas Darat Rp.24.000.000,-. Belanja Sewa Meja Kursi Rp 35.000.000,-. Belanja Sewa Tenda dan Panggung Rp.38.750.000,-. Belanja Sewa Sound System Rp.35.000.000,-. Belanja Makan dan Minum Kegiatan Rp.75.000.000,-.

Dilain sisi Menurut Harpandi, selaku Ketua Lembaga Gerakan Anak Bangsa Anti Korupsi (GABAK) menjelaskan, hanya sebuah kebohongan belaka tanpa ada dasar yang berarti menghantarkan kita kepada suatu hal yang disebut Koruptor. Maka dari itu masyarakat harus memahami bagaimana semuannya bisa mengetahui karena adanya kata-kata bohong yang dilontarkan oleh oknum-oknum koruptor yang berdalih.

Harpandi menambahkan " Kita tidak akan paham maka untuk memahami hanya Hukum yang harus bergerak untuk menyeret pelaku-pelaku koruptor yang telah semena-mena, menciptakan suatu kesengsaraan bagi rakyat. Kemudian dari pada itu hanyalah suatu nafas yang bisa kita hirup untuk membuat hukum agar bergerak. Semua hanya bisa kita serahkan kepada pihak aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Tanggamus.

Tapi apabila Hukum tidak bisa bergerak maka suara rakyat akan saya mewakili untuk menyampaikan dengan lantang bahwa kebohongan dibiarkan, maka inilah kebangkitan para tirani", tegasnya. (RED)