Home Lampung Tengah Pariwara

Crash Program, Cara jitu Lapas Gunungsugih kurangi over crowded

207
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Berdasarkan data sistem database pemasyarakatan, kondisi over crowding disebagian besar Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Rumah Tahanan (Rutan) Negara, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia, mencapai 105 persen dari kapasitas hunian yang hanya tersedia sejumlah 130.445 orang.

Kondisi tersebut berimplikasi terhadap timbulnya permasalahan, yang dapat menghambat pelaksanaan tugas, fungsi serta pencapaian tujuan pemasyarakatan.

Guna menanggulangi kondisi over crowding tersebut, diperlukan langkah progresif melalui percepatan atau crash program pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Pembebasan Bersyarat bagi Anak dan Narapidana tindak pidana umum.

Demikian disampaikan Kalapas Gunungsugih, Syarpani, saat melakukan sosialisasi terkait Pelaksanaan Crash Program Pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas serta Pembebasan Bersyarat Bagi Anak dan Narapidana, berdasarkan Surat Edaran Dirjen Pemasyarakatan Nomor : PAS-1386.PK.01.04.06 Tahun 2019, di Gedung Serba Guna Sahardjo, Kamis (05/12/2019).

“Iya, pagi ini Lapas Gunungsugih melakukan sosialisasi crash program kepada narapidana, sebagai upaya percepatan bebas sekaligus merupakan tips jitu mengurangi over crowded di lapas Gunungsugih, yang saat ini dihuni 701 orang dari kapasitas 350 orang," ujarnya.

Syarpani menambahkan, ruang lingkup program ini dilaksanakan melalui penyederhanaan persyaratan administratif, yaitu berupa penyederhanaan isi dokumen Penelitian Kemasyarakatan, yang dibuat oleh Pembimbing Kemasyarakatan serta ketersediaan Pembimbing Kemasyarakatan sebagai penjamin, dalam hal yang bersangkutan tidak memiliki penjamin.

“Hal ini dapat memangkas waktu dan memudahkan Narapidana, untuk memperoleh hak-haknya karena meski tidak mempunyai penjamin untuk memperoleh haknya, petugas pemasyarakatan bisa menjadi penjaminnya," imbuh Mantan Kasi Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Cipinang ini.

Sejak surat edaran diterbitkan, Syarpani mengatakan, pihaknya bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Metro, dalam pemenuhan dokumen Penelitian Kemasyarakatan dan Surat Jaminan yang dibutuhkan, sebagai salah satu persyaratan administratif pemberian Cuti Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Pembebasan Bersyarat melalui metode crash program.

“Pelaksanaan crash program ini juga dalam rangka upaya pengendalian isi hunian, pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak, Rutan dan Lapas, melalui langkah optimalisasi pemberian program integrasi, namun saat ini hanya berlaku bagi Napi dengan 2/3 masa pidananya sampai akhir maret 2020,” tutup Syarpani. (Gun/ Fazri)