Home Lampung Tengah Hukum

DAK Dan BOS Terindikasi KKN, Lapas Menanti Oknum Koruptor SMAN 1 Ratuaji

63
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lamteng - Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.706.900.000,-. Dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp.477.960.000,-. tahun 2019 Milik SMA Negeri 1 Ratuaji,Kabupaten Lampung Tengah, terindikasi dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN). 
“Nasib oknum Koruptor akan berakhir di lapas” 

Berdasarkan data yang ada dimeja Redaksi dan pengakuan Narasumber,menjelaskan, tahun 2019 pihak SMA Negeri 1 Ratuaji mendapatkan bantuan DAK senilai Rp.706.900.000,-. Yang diperuntukan untuk pembangunan 2 RKB dan perabotnya Rp.392.500.000,-. Lalu rehabilitasi 3 Ruang kelas dan prabotnya Rp.314.400.000.

“Dalam realisasi 2 kegiatan tersebut dikerjakan secara asal-asalan. pihak sekolah tidak Transfaran dalam mencantumkan nominal anggaran dipapan proyek. Ironisnya ada penarikan dana yang dilakukan pihak Komite kepada wali murid dengan alasan dana yang dikucurkan oleh pemerintah tidak cukup dalam pembangunan yang dilaksanakan," cetus sumber.

Lanjut sumber, coba lihat kondisi saat ini hasil pekerjaan pembangunan 2 RKB dan perabotnya Rp.392.500.000,-. Sudah hancur padahal baru hitungan bulan dikerjakan.

“Semua kegiatan dilaksanakan secara asal-asalan karena para pekerja mendapat intruksi agar menghemat bahan material, sampai-sampai pembuatan pondasi saja tidak sesuai sebab saat itu pada bagian bawah galian tidak diberi lapisan pasir langsung dipasang pondasi batu dan galiannya juga asal-asal," katanya.

Edisi Lalu : Aksi oknum Koruptor yang ada di SMA Negeri 1 Ratu Aji,Kabupaten Lampung Tengah, dipastikan akan berakhir di dalam lapas. Terungkapnya dugaan Korupsi,Kolusi dan Nepotisme (KKN) Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019 disekolah setempat diyakini sebagai alasannya.

Menurut Narasumber, dana BOS tahun 2019 yang dikucurkan oleh pemerintah untuk SMA Negeri 1 Ratu Aji senilai Rp.477.960.000.

“Dana tersebut melalui IV Triwulan, dikorupsi dengan modus Mark-Up anggaran, lalu adanya dana Komite realisasinya tidak jelas sebab dengan adanya dana BOS tersebut 11 item kegiatan disekolah sudah terlaksana tapi alih-alih pihak sekolah terus melakukan pungutan liar kepada wali murid, artinya dana BOS dikorupsi dana Komite enggak jelas realisasinya," ujarnya.

Lanjut sumber, kegiatan yang di Korupsi diantaranya,  
Pengembangan Perpustakaan Rp. 107.520.000,-. 
Kegiatan Evaluasi Pembelajaran Triwulan I Rp. 42.721.850,-. Pemeliharaan dan Perawatan Sarana dan Prasarana Sekolah Triwulan I Rp. 25.622.500.

“Realisasi kegiatan yang dilaksanakan tidak mengacu kepada ketentuan, produk barang tidak relevan dengan realita yang ada," ucapnya.

Kegiatan pengembangan perpustakaan setiap tahun dikucurkan dengan nominal yang selalu fantastis tapi apa hasilnya tidak ada yang ada justru masalah dan masalah. Buku-buku diperpustakaan buku lawas, lalu kalau pun ada hanya sedikit itupun dengan penerbit yang sama.

"Artinya pihak sekolah telah dengan sengaja menutup pengetahuan para siswa agar tidak berkembang hanya karena agar oknum koruptor dapat menerima fee dari pengadaan buku," tegasnya.

Terus sumber, masalah ini semestinya harus dituntaskan oleh aparat yang berwenang. ini adalah bagian kejatahan yang tidak ada toleransinya. Oknum Koruptor mesti mendapat ganjaran yang setimpal.

"Kalau mengandalkan pengwasan dari pihak komite pasti tidak akan berjalan sebab Komitenya juga ikut dalam memuluskan langkah oknum koruptor tersebut dalam melancarkan aksinya mengeruk dana BOS," ucapnya.

Puji selaku Kepala sekolah belum bisa dihubungi. Edisi mendatang masalah ini akan terus dikupas. Lalu ada keterlibatan Oknum kepala sekolah dalam aksi penyunatan Dana BOS per siswa Rp.20.000,-. Untuk menghidupkan organisasi MKKS dan Korupsi dana Pembangunan Ruang Kelas Baru yang direalisasikan disekolah setempat pada tahun 2019.tunggu. 

 HASIL INVESTIGASI TIM SKU- HANDAL LAMPUNG DILOKASI
 
Mengantongi pengakuan narasumber Tim SKU Handal Lampung Melakukan Investigasi di SMA Negeri 1 Ratuaji berikut laporannya.

1. Pembangunan 2 RKB dan perabotnya Rp.392.500.000,-. Ditemukan kondisi pondasi saat ini berpotensi patah/putus ataupun kerusakaan pada lantai bangunan. semua disinyalir saat penggalian tanah untuk pondasi para pekerja melakukan kegiatan tidak mengacu kepada ketentuan dimana seharusnya pengurugan yang tebalnya lebih dari 20 cm harus dilaksanakan selapi demi selapis setiap 10 cm,dan setiap lapisan harus dipadatkan menggunakan alat pemadat (Misal mesin Compactor) ataupun dikerjakan secara manual sehingga tidak terjadi penurunan tanah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada pondasi.

2.Pihak pekerja juga tidak memperhatikan kondisi tanah dibawah pondasi apakah berlumpur atau tidak. Sehingga melihat dari keadaan tanah sekitar yang berlumpur semestinya pondasi diperbaiki dengan urugan sirtu (Pasir batu).

3.Pekerjaan pembuatan Beton diduga para pekerja melanggar aturan main pembuatan beton dimana tidak mengacu kepada ketentuan yang ada. seperti pembuatan tulangan untuk batang-batang yang tidak memenuhi persyaratan yang tercantum pada PBI 1971dan SK.SNI.T.T-15.  (*)