Home Tanggamus Hukum

"Dana BOS Rp.1,6 Miliar Diduga Dikorupsi”

1409
0
SHARE
Sri Purwati Ningsih Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Talang Padang (Foto dok : Handalnews.id)


GRAK : Kejari Tanggamus Mesti Periksa Kepsek SMKN 1 Talang Padang


Handalnews.id, Tanggamus - Lembaga Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung, mendesak pihak Kejari Kabupaten Tanggamus, untuk memeriksa Sri Purwati Ningsih selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Talang Padang terkait Dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme Dana BOS Senilai Rp.1,6 Miliar.

Desakan tersebut disampaikan Chaidir SH selaku ketua Lembaga GRAK ketika dihubungi dikediamannya.beberapa pekan lalu.

Menurutnya , sudah selayaknya pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Tanggamus mengambil sikap untuk memanggil dan memeriksa Oknum kepala sekolah tersebut sebab dia selaku pengelola anggaran.

“kepala sekolah harus bertanggung jawab dalam hal ini”,tegasnya.

Padahal Kucuran dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat melalui dinas Pendidikan dan Kebudayaan Untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun dan Program Orang No 1 di Negri ini Bapak Jokowidodo justru kuat dugaan dijadikan Pemanpaatan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Talang Padang Sri Purwati Ningsih memperkaya diri.

Dana BOS yang diterima pada setiap triwulan dengan nominal yang cukup besar membuat banyak kepala sekolah gelap mata dan akhirnya berperilaku korup.
Berdasarkan informasi yang di himpun wartawan koran ini serta pengakuan dari beberapa Orangtua/walimurid mengeluh kan bahwa adanya uwang iyuran seperti dana Pembangunan dan jual beli Buku LKS.

SMK Negeri 1 Talang Padang menerima Anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018
Rp 1.611.400.000. Untuk dikucurkan sebanyak 10 Aitem dari masing masing komponen sebagai berikut : Triwulan I Rp 381.640.000.- Triwulan II Rp 634.480.000,- Triwulan III Rp 328.720.000,- dan di Triwulan IV Rp 329.560.000.

Dari hasil penyusuran dilapangan bahwa beberapa pengeluaran biaya kebutuhan sekolah banyak terjadi kelebihan bahwa dalam laporan penggunaan dana BOS tersebut adanya dugaan pembelanjaan Fiktif, ujar salah satu sumber.

Oknum Kepsek berkedok Koruptor ini juga diduga melibatkan bendahara sekolah untuk bekerja sama melakukan Mark-up kebutuhan biaya operasional sekolah pada realisasi penggunaan dana BOS, sehingga pihaknya bisa meraup keuntungan yang besar.

Oleh karena itu, diharapkan kepada Penegak Hukum Kabupaten Tanggamus agar dapat turun tangan untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan Pungli dan Korupsi di sekolah tersebut. Jangan sampai tindakan korupsi mengancam Dunia Pendidikan. (Red)