Home Tanggamus Hukum

Dana Desa 2019 Rp 882 Dikorupsi " Pj. Amrijal Libatkan Keluarga "

277
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Pengelolaan Dana Desa, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Alokasi Dana Desa (ADD), dinilai tidak menyentuh akar persoalan masyarakat di Desa Pekon Guring, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus. Besarnya dana yang dianggarkan negara melalui APBN dengan jumlah yang terbilang fantastis, tidak berbanding lurus dengan realisasi di lapangan. Akibatnya, anggaran Rp 882 juta bahkan yang digelontorkan negara, pemanfatannya tidak maksimal karena cendrung tidak menjawab harapan Masyarakat Pekon Guring.

Hasil penelusuran dan investigasi di Pekon Guring Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus ditemukan bahwa penggunaan Dana Desa hanya berorientasi pada kegiatan infrastruktur. Itupun, hasilnya tidak maksimal dan tidak dipertanggung jawabkan secara transparan kepada masyarakat. Ironisnya, beberapa item pembangunan seperti:

Jalan Pemukiman/Gang Rp. 179,9 juta,
Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pariwisata Milik Desa Rp. 200,0 juta,
Fasilitas Jamban Umum/MCK umum, dll
Rp. 97,5 juta,
Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah
Rp. 42,0 juta,
Pemeliharaan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box/Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain) Rp. 46,5 juta,
Sarana Sanggar Seni dan Belajar Lainnya
Rp. 30,0 juta.
Alhasil, beberapa pekerjaan dengan nilai puluhan bahkan ratusan juta dinilai Tidak sesuai dalam Bentuk Pengerjaannya, atau tidak mengacu dalam Standar SNI. bahkan ada yang sudah rusak, padahal usianya belum setahun.

Menurut warga setempat, Ini sangat disayangkan, sementara kebutuhan masyarakat yang sangat krusial justru diabaikan. Kami tidak merasakan dampak pembangunan di Pekon Guring semenjak di Pimpin oleh Pj. Amrijal ucap salah Satu Warga
selama Dipimpin olehnya. Tegasnya.

Nara Sumber Menambahkan. " Kegiyatan di pekon Guring, Masyarakat tidak Penah dilibatkan dalam Bentuk pembangunan mau pun Musawarah Pekon, tau tau setelah Kegiyatan sudah mau dikerjakan Baru mereka membuat Struktur seperti PPK baru dicatatkan Namanya si A. Kata sumber kepada media ini.
Lebih jauh iya menjelaskan., kegiyatan kegiyatan pekerjaan, semua nya di kelola oleh Keluarga Besar Pj. Amrijal,. Adanya hal itu, masyarakat berharap agar dapat pihak Penegak Hukum dapat memberikan Epek Jera kepada Pj Amrijal. Pungkasnya.

Adanya hal ini akan terus di ungkap Pada edisi mendatang. (Red)