Home Lampung Tengah Pariwara

Dana Desa, Untuk Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan

161
0
SHARE
Kepala Kampung Sidodadi, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah, Suparyono

Handalnews.id, Bangun Rejo - Bukan hanya untuk memasifkan percepatan pembangunan perdesaan, Dana Desa juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan dan ketimpangan juga perlu banyak kebijakan guna lebih memberdayakan potensi Sumber Daya Manusia desa dan Sumber daya material lokal desa.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Kampung Sidodadi, Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah, Suparyono, tentang manfaat Dana Desa dalam kemungkinan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan saling hubung dengan pembangunan manusia desa.

Dikatakannya, untuk tahun ini saja, Kampung Sidodadi melalui Dana Desa sudah merealisasikan pembangunan jalan onderlah sepanjang 810 meter; Drainase sepanjang 1256 meter; pembangunan jalan lapen sepanjang 890 meter; 1 unit gorong-gorong dan 1 unit sumur bor.

Bagi Suparyono, dari setiap realisasi pembangunan yang dilakukan pihaknya, tantangannya adalah bagaimana melalui semua fasilitas infrastruktur yang ada itu untuk mewujudkan terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat desa.

“Bukan sekedar menguap dan hanya memfasilitasi-memfasilitasi infrastruktur semata tanpa menciptakan akselerasi ekonomi,” ujarnya.

Baginya, salah satu jalan sekaligus tantangan dalam upaya pemberdayaan masyarakat secara genuine adalah dengan mendorong kemampuan alokasi dan peruntukan Dana Desa yang sekali mendayung bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga desa dan pada saat bersamaan proyek kebutuhan dasar warga desa melalui pembangunan infrastruktur bisa berjalan beriring mengejar ketertinggalannya.

Ia mengatakan jika kontribusi Dana Desa dalam penyerapan tenaga kerja bisa dimaksimalkan dengan menggunakan tenaga masyarakat Kampung Sidodadi sendiri. Sehingga dengan hal tersebut juga akan sangat membantu perekonomian masyarakat.

“Dengan menyerap tenaga kerja dari kampung sendiri juga akan berkontribusi dalam mempercepat akselerasi perekonomian desa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dana desa selama ini dilakukan secara swakelola dan padat karya dengan menggunakan material lokal,” terangnya.

Dia juga menerangkan, dengan menerapkan system swakelola padat karya maka setiap pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Kampung Sidodadi turut membawa pengaruh dalam mengurangi angka pengangguran di kampung tersebut.

“Wujud dari gerakan padat karya melalui Dana Desa dapat dilihat dengan adanya penggunaan upah tenaga kerja di desa. Dalam hal ini kami memilki target untuk dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Kampung Sidodadi sesuai dengan besaran persentase jumlah penggunaan Dana Desa,” terangnya.

Dijelaskan Suparyono, semakin besar prosentase penggunaan Dana Desa untuk upah tenaga kerja, maka semakin besar pula target prosentase penurunan tingkat kemiskinan perdesaan. Sehingga pengelolaan pembangunan padat karya mesti didorong lebih intens karena meruapakan jalan utama penciptaan lapangan kerja dan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Namun ia mengungkapkan jika setiap upaya untuk menciptakan peningkatan kesejahteraan tentu akan memiliki benturan antara ideal-ideal tujuan kesejahteraan berhadapan dengan teknis pelaksanaan.

Kendati demikian, lebih lanjut diungkapkan, semua kendala dan benturan itu bisa dikesampingkan dengan melihat potensi percepatan pembangunan dan pada saat sama mendorong upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja desa yang memungkinkan menolong daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Hal tersebut juga memerlukan respon cepat kebijakan berupa kegiatan pembangunan desa diutamakan menggunakan tenaga kerja lokal dan material lokal dan penetapan prioritas penggunaan Dana Desa.

“Idealita pembangunan dengan skema swakelola melalui pemanfaatan Dana Desa bisa ditopang dengan kebutuhan teknis dan non teknis serta kesiapan sumberdaya pendamping berikut kematangan perencanaan dari tingkat nasional sampai desa, bisa dipastikan pembangunan nasional akan terwujud dengan fundamental yang kuat dari desa dan tujuan memakmurkan rakyat dengan jalan memperluas keadilan sosial mungkin menemukan jalan yang lebih lapang,” tutupnya. (Iron Guna)