Home Lampung Tengah Fashion

DD Digunakan Untuk Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan

90
0
SHARE
Pj Kakam Payung Batu M. Nasir, SE

Handalnews.id, Pubian - Bukan hanya untuk memasifkan percepatan pembangunan perdesaan, Dana Desa juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan dan ketimpangan juga perlu banyak kebijakan guna lebih memberdayakan potensi Sumber Daya Manusia desa dan Sumber daya material lokal desa.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, Lampung Tengah, M. Nasir, SE, Didampingi seketaris kampung dan staf kampung menceritakan tentang manfaat Dana Desa dalam kemungkinan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan saling hubung dengan pembangunan manusia desa.

Dikatakannya, untuk tahun ini saja, Kampung Payung Batu melalui Dana Desa sudah merealisasikan pembangunan jalan Rabat Beton sepanjang 420 meter rehab total kantor balai kampung dan pembangunan gedung TK jelas Nasir. Selain itu nasir menjelaskan seselain membangun dia juga membuat lapangan sepok bola menjadi taman asmara.

Membuat kampung payung batu menjadi bercahaya setiap malam nya banyak.masyarakat setempat berkunjung ungkap nya.

Bagi M Nasir , dari setiap realisasi pembangunan yang dilakukan pihaknya, tantangannya adalah bagaimana melalui semua fasilitas infrastruktur yang ada itu untuk mewujudkan terciptanya keadilan sosial dan kesejahteraan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat desa.

“Bukan sekedar menguap dan hanya memfasilitasi-memfasilitasi infrastruktur semata tanpa menciptakan akselerasi ekonomi,” ujarnya.

Baginya, salah satu jalan sekaligus tantangan dalam upaya pemberdayaan masyarakat secara genuine adalah dengan mendorong kemampuan alokasi dan peruntukan Dana Desa yang sekali mendayung bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga desa dan pada saat bersamaan proyek kebutuhan dasar warga desa melalui pembangunan infrastruktur bisa berjalan beriring mengejar ketertinggalannya.

Ia mengatakan jika kontribusi Dana Desa dalam penyerapan tenaga bisa dimaksimalkan dengan menggunakan tenaga masyarakat Kampung Payung Batu dan lebih luar biasanya ibu- ibu juga ikut kerja dan semua pekerja masyarakat kampung itu sendiri. Sehingga dengan hal tersebut juga akan sangat membantu perekonomian masyarakat.

“Dengan menyerap tenaga kerja dari kampung sendiri juga akan berkontribusi dalam mempercepat akselerasi perekonomian desa dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan dana desa selama ini dilakukan secara swakelola dan padat karya dengan menggunakan material lokal,” terangnya.

Dia juga menerangkan, dengan menerapkan system swakelola padat karya maka setiap pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Kampung Payung Batu turut membawa pengaruh dalam mengurangi angka pengangguran di kampung tersebut.

“Wujud dari gerakan padat karya melalui Dana Desa dapat dilihat dengan adanya penggunaan upah tenaga kerja di desa. Dalam hal ini kami memilki target untuk dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Kampung Payung Batu sesuai dengan besaran persentase jumlah penggunaan Dana Desa,” terangnya. semakin besar prosentase penggunaan Dana Desa untuk upah tenaga kerja, maka semakin besar pula target prosentase penurunan tingkat kemiskinan perdesaan. Sehingga pengelolaan pembangunan padat karya mesti didorong lebih intens karena meruapakan jalan utama penciptaan lapangan kerja dan mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan.

Namun ia mengungkapkan jika setiap upaya untuk menciptakan peningkatan kesejahteraan tentu akan memiliki benturan antara ideal-ideal tujuan kesejahteraan berhadapan dengan teknis pelaksanaan.

Kendati demikian, lebih lanjut diungkapkan, semua kendala dan benturan itu bisa dikesampingkan dengan melihat potensi percepatan pembangunan dan pada saat sama mendorong upaya akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja desa yang memungkinkan menolong daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Hal tersebut juga memerlukan respon cepat kebijakan berupa kegiatan pembangunan desa diutamakan menggunakan tenaga kerja lokal dan material lokal dan penetapan prioritas penggunaan Dana Desa.

“Idealita pembangunan dengan skema swakelola melalui pemanfaatan Dana Desa bisa ditopang dengan kebutuhan teknis dan non teknis serta kesiapan sumberdaya pendamping berikut kematangan perencanaan dari tingkat nasional sampai desa, bisa dipastikan pembangunan nasional akan terwujud dengan fundamental yang kuat dari desa dan tujuan memakmurkan rakyat dengan jalan memperluas keadilan sosial mungkin menemukan jalan yang lebih lapang,” alhamdulilah pekerjaan ini sudah mencapai 100 persen tutupnya. (Iron Guna)