Home Pesawaran Hukum

DD Kota Jawa Diduga, Jadi Lahan Korupsi Nazarudin Mantan Kades

525
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Pesawaran - Realisasi Dana Desa (DD) Tahun 2019 di Desa Kota Jawa Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, Lampung, diduga menjadi "lahan korupsi" mantan Kepala Desa setempat. Pembuatan rabat beton di Dusun Delapan sepanjang 300 meter dengan nilai 288 juta rupiah hanya dalam hitungan bulan sudah mulai terlihat kerusakan dibeberapa titik. 

Seperti yang di sampaikan salah seorang warga Desa Kota Jawa yang juga turut membangun rabat beton tersebut secara swakelola. Kamis, (19/9).

"Banyak mas kerusakannya, ini sudah pada retak-retak semua, iya memang sih kami yang mengerjakan secara swakelola cuma kan tetap yang ngasih perintah pak lurah," ungkapnya sembari meminta dirahasiakan identitasnya. 

Warga mengatakan pembuatan rabat beton di tempatnya di nilai sangat irit bahan baku, dirinya mengatakan atas perintah Nazarudin yang saat itu masih menjabat Kades dalam satu molen hanya menggunakan setengah sak semen.

"Ya pak Nazar yang menyuruh satu molen semennya setengah sak, makanya jadi lembut gini mas, ini kalau mobil masuk bisa langsung ancur mungkin," tutupnya. 

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Desa Kota Jawa, Hazairin mengungkapkan pembangunan rabat beton tersebut sepenuhnya berada dibawah tanggung jawab Kepala Desa saat itu, yaitu Nazaruddin, dirinya meminta agar awak media menanyakan permasalahan tersebut langsung kepada yang bersangkutan. 

Dirinya juga sempat mengatakan belum mengetahui permasalahan tersebut, sebab ketika terakhir kali meninjau bangunan tersebut pada bulan Agustus kemarin dirinya tidak melihat adanya kerusakan. 

"Iya nanti silahkan ditanyakan saja langsung kepada pak Nazar, terakhir kali saya lihat pada Agustus kemarin pas kebetulan baru jadi bangunannya saya lihat gak kerusakan, warga juga belum ada yang laporan ke saya," ujar Hazairin. 

Diketahui bangunan rabat beton yang berada di Dusun Delapan tersebut dibangun dengan nilai hampir menyentuh 289 juta rupiah, dengan panjang 300 meter dan lebar dua meter dengan ketebalan 0,15 meter, dan baru diselesaikan pada Agustus 2019 kemarin. 

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan yang bisa dikutip dari mantan Kepala Desa Kota Jawa, Nazaruddin, kendati telah beberapa kali dihubungi, melalui telpon seluler, begitu juga ketika dikirim pesan melalui Short Message Service (SMS), tidak juga ada balasan.   (Ismail)