Home Tanggamus Hukum

Diduga Anggaran Dana desa Pekon Sampang Turus Jadi Bancakan Bahri selaku PJ

1557
0
SHARE
Fhoto : Ilustrasi Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Alokasi dana desa nampaknya kini menjadi lahan korupsi baru. Dana yang seharusnya digunakan untuk membangun infrastruktur dan mensejahterakan warga, justru digunakan untuk kepentingan pribadi.
Sejauh ini, sudah banyak kasus penyelewengan dana desa. Contohnya adalah Bahri Selaku Penjabat (PJ). Kepala Pekon Sampang Turus, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

melakukan korupsi sejumlah proyek dari anggaran dana desa 2019. Akibatnya, kerugian negara mencapai Ratusan Juta Rupiah.
Akibat ulah Bahri, disebutnya banyak warga yang protes karena di antara uang yang diduga ditilep adalah untuk kegiatan, pemabangunan sumur bor di balai pekon sampang turus tidak sesuai dengan standarisasi apa yang ada.

Seharusnya pemasangan yang sesuai dalam ketentuan adalah :
pembuatan/pencetakan cincin sumur T=15 cm camp 1:2;3
2. pemasangan cincin sumur
3. plat penutup sumur T=10 cm camp 1:2:3.
4. manhole dari plat baja T=3mm uk. 60x60 cm.
5. pipa PVC AW untuk penghisap ø 40 mm
6. pipa ø 25 mm T = 12 m
7. pasangan batu kali 1:3
8. beton tumbuk camp 1 : 3 : 5
9. plesteran camp 1 : 3
10. pembuatan rembesan
11. acian sumur
c) Tahapan Pekerjaan Pemasangan pipa / pompa dragon yang belum dikerjakan meliputi :
1. pengadaan pompa dragon lengkap pipa isap GIV ¼
2. pemasangan pompa dragon lengkap dengan acecories
3. cat kayu
4. pasangan kayu 10/10
5. blok kontrol
Menurut keterangan dari salah satu Narasumber yang namanya enggan di cantumkan, mengatakan bahwa. Sampai sekarang air tidak mengalir.
Belanja modal alat kantor sepertu laptop 2 yunit, per unitnya di anggarkan Rp 6.000.000.
Jadi total Rp 12.000.000 juta.

Pengadaan proyektor yang harganya senilai Rp.10.000 000 juta, namun diduga anggaran untuk pembelian Laptob dan Proyektor dengan total keseluruhan Rp 22.000.000 juta tersebut. Fiktip. Tegas sumber koran ini.

Bahkan Diduga Kerakusan Oknum Pj tersebut tidak berhenti disitu saja, seperti Bantuan kendaraan Bambulan yang untuk Kebutuhan warga sekitar. Tidak pernah di Perbantukan kepada Masarakat yang membutuhkan Pasilitas itu. Hingga saat ini. Kendaraan Ambulan tersebut di gunakan Bahri, selaku Pj untuk kendaraan Pribadinya dan kluarga.

Diharapkan kepada Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D), Kejari hingga pihak Polres Kabupaten Tanggamus agar segera turun tangan, memantau dan menindak lanjuti terkait adanya dugaan korupsi pembangunan sumur bor dan dugaan Fiktip kegiyatan tersebut.

Sesuai dalam undang yang berlaku di Negri ini.
menurut aturan undang undang nomor 14 tahun 2008.Informasi dan keterbukaan publik dan undang undang no 31 tahun 99 tentang wewenang.
undang undang no 31pasa 3 setiap orang yang tujuannya mementingkan dirinya sendiri atau korupsi.atau menyalah gunakan wewenang atau kesempatan yang ada padanya karna jabatan dan kedudukan yang dapat merugikan Nrgara atau desa.Dipidana seumur hidup atau paling dingakat 1 tahun penjara atau paling lama 20 tahun penjara atau di denda paling sedikit Rp.50. 000 000 juta.

Hal dugaan Korupsi ini akan terus di ungkap pada edisi mendatang. (Red)