Home Tulang Bawang Hukum

Diduga Anggaran Rp 45,3 Milyar Jadi Lahan Korupsi Dinas Pendidikan TUBA

515
0
SHARE
Ilustrasi

Tulang Bawang (handal.id)----program Membentuk karakter siswa menjadi orang baik. Sesuai harapan Pemerintah Pusat untuk melahirkan Generasi  Calon-calon Pemikir, Penemu, dan Entrepreneur Hebat di Masa Depan. Akan menjadi sebuah angan-angan saja.

Bagai mana tidak, Kinerja aparat penegak hukum dalam menangani perkara korupsi masih dipandang buruk oleh sebagian besar masyarakat. Bila mana penegak hukum benar-benar menjalankan pungsinya Terkait penulisan dan informasi publik baik di media pemberitaan ataupun media sosial, di mana memuat tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi, seharus nya informasi seperti itu, Sebagai penegak hukum menjadi skala prioritas bila mana ada informasi tentang adanya dugaan tindak pidana korupsi, Namun terkadang, informasi yang diberikan publik baik di media pemberitaan, penegak hukum terkesan seolah tidak melihat dan mendengar adanya itu. Disitulah ketidak yakinan dan Percaya Masyarakat, Tidak adanya kemauan dan kesungguhan untuk memberantas korupsi telah menyebabkan upaya pemberantasan korupsi lumpuh di tengah jalan.

Berbagai Masalah bermunculan di sektor Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang, dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), hal itu menjadi sorotan masyarakat disana. Seperti di ketahui Pada Tahun 2020, Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang di Kucurkan oleh Pemerintah Daerah, dengan Total Pagu, baik APBD dan Kegiyatan Swakelola,
Senilai Rp 45.341.000.000.- Untuk mendanai kegiyatan Total 313 Paket Penyedia. Dimana seperti anggaran APBD murni senilai,
Rp 14.958.000.000,- untuk pengerjaan 181 Paket.
Dan APBD Swakeloka Rp 30.382.000.000.
dengan pengerjaan 132 Paket.

Dari besaran anggaran dan banyak nya Paket, diduga adanya indikasi Korupsi seperti: 
Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan Untuk Anak Sekolah (PMTAS), dengan anggaran senilai Rp 1.650.000.000. Pembelian
SUSU UHT DAN TELUR REBUS yang akan diserahkan kepada 55.000 ribu siswa. Diduga anggaran tersebut di Mark-up Pihak Dinas Pendidikan Tulang Bawang.

Bukan hanya dilakukan penggelembungan anggaran saja, bahkan siswanyapun diduga pihak Dinas melakukan manipulasi data penerima, sejatinya siswa yang ada disana hanya sebanyak 46.431 siswa saja, hal itu di benarkan oleh salah satu Narasumber yang enggan namanya di cantumkan.

Bila benar yang di sampaikan Sumber tersebut, dinas pendidikan melakukan manipulasi siswa sebanyak 8.579 siswa.

Bahkan kuat dugaan bukan hanya kegiyatan itu saja yang menjadi lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), oleh Dinas Pendidkan, seperti kegiyatan:
Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Personal Komputer Pengadaan Peralatan Laboratorium Komputer 7 paket
Rp 2.100.000.000. Miliar.
Belanja Modal Peralatan dan Mesin - Pengadaan Personal Komputer 1 tahun
Rp 1.379.637.687. Miliar.
Kuat dugaan kegiyatan tersebut adanya Mark-ap anggaran.
Namun hal itu akan di kupas secara mendalam
Pada edisi Mendatang. (Red)