Home Tulang Bawang Hukum

Diduga Aroma Tirani Korupsi Winarti Terungkap

1248
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tulang Bawang - Keinginan bagi kita semua bangsa Indonesia untuk memiliki pemerintahan yang terbebas dari praktik korupsi, namun itu semua terasa hanya sebuah angan-angan saja melihat maraknya praktik korupsi yang terjadi di 
Negeri ini, hal ini di perparah dengan banyaknya praktik korupsi yang dipertontonkan oleh aparatur pemerintah daerah.

Faktor pendorong terjadinya praktik korupsi tersebut ialah karena kekuatan monopoli si penguasa penyakit yang tak kunjung terobati dan terus menggerogoti sendi-sendi kehidupan di tanah air yang kita cinta ini.

korupsi yang terjadi di pemerintahan daerah dalam era lahirnya desentralisasi dan tren korupsi dalam hubungannya dengan penerapan otonomi daerah serta fenomena 
menjamurnya praktik korupsi yang terus berlangsung di daerah. Hasil penelitian ini adalah bahwa kemunculan raja-raja kecil di daerah membuat sebagian dari mereka memanfaatkan sebagai ladang pengeruk uang dengan memanfaatkan sumber daya dan konstelasi politik. Modus tindak pidana korupsi di daerah semakin menjalar dan beragam, sehingga ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama seluruh stakeholder yang ada di bangsa ini untuk memberantas penyakit turunan yang tak kunjung sembuh.

Seperti halnya yang terjadi di Provinsi Lampung, khususnya Kabupaten Tulang Bawang, Berdasarkan temuan tim dilapangan, anggaran yang di kelola Setdakab melalu anggaran APBD/Swakelola  Tahun 2019 dengan Total Pagu senilai Rp 60.361.000.000.

Untuk membiayai paket penyedia sebanyak 393 paket, yang dibagikan untuk 9 kepala  Bagian Satker dan 3 Bidang Asisten Sekertariat Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang. Namun dari besaran anggaran tersebut, justru diduga jadi lahan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), oleh para penguasa guna memperkaya diri oknum Sekertariat Daerah Tulang Bawang.

"Melihat data tersebut sungguh sangat disayangkan hal tersebut dapat terjadi ditengah-tengah semangat dan cita-cita reformasi berharap akan ada perbaikan disegala aspek penyelenggaraan negara. Hal itu justru tidak berlaku untuk Kabupaten Tulang Bawang, cita cita pemerintah hanya akan menjadi angan angan disana.

Menurut pengakuan Sumber yang patut dipercaya, ia menjelaskan. Bahwa dari kegiatan sebanyak 393 paket tersebut. Yang menjadi lahan korupsi seperti:
- Swakelola Kegiatan Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah senilai Rp 861.080.000. Diduga anggaran tersebut tidak sepenuhnya di realisasikan. Kuat dugaan anggaran itu masuk Kantor Pribadi para petinggi disana.
Yang memperparah lagi, seperti kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 
Rp 20.828.851.576.- miliar. Kepiawayan oknum koruptor yang sudah teruji dalam penyusunan anggaran. Dengan sengaja memecah kegiatan itu menjadi 2 item.

Adanya hal itu. Power Kajari Kabupaten Tulang Bawang di uji, bila Taat dengan Komitmen yang di (SK) kan oleh Jaksa Agung RI Nomor : (KEP-152/A/JA/10/2015) 01 Oktober 2015 tentang Pembentukan TP4. bertujuan  memberikan pengawalan dan penerangan hukum kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam upaya pencegahan Tindak Pidana Korupsi. 

Masyarakat disana memberi harapan Besar kepada pemangku Hukum disana agar dapat mengungkap Siapa dalang Aktor Korupsi di Sekertariad Daerah Kabupaten Tulang Bawang 2019.

Mau tau korupsi apa saja yang di lakukan para koruptor yang bersarang di Sekertariad Daerah, hal ini akan dikupas secara mendalam pada edisi mendatang. (Red)