Home Tulang Bawang Hukum

Diduga Dinasti Bupati Tulang Bawang Menumbuh Kembangkan Korupsi

127
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tuba - Mencium adanya aroma penyalah gunaan Anggaran Rp 42,9 milliar. APBD Sakelola yang di lakukan Sekretariat Daerah pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, 2019/2020. 

Aroma yang menjadi dugaan di Sekertariat Daerah pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari total Kegiyatan keseluruhan sebanyak 518 Paket kegiyatan diantaranya seperti Anggaran belanja makanan dan minuman yang di rancang oleh para oknum koruptor disana sistemik dan massif.

Bagai mana tidak, anggaran nominal Rp 9 miliar. Dengan sengaja di pejah menjadi 63 Paket kecil belanja makan minum oleh para oknum korup yang bersarang di Sekertariat Pemda Kabupaten Tulang Bawang.
Rincian pecahan dari 63 paket kecil belanja makan minum seperti :
(Belanja Makanan Dan Minuman Tamu 12 Bulan Rp 6.094.500.000), 
(Belanja Bahan Makanan/Minuman Rp 1.575.720.000), 
(Belanja Makan dan Minuman Rp 285.450.000), 
(Belanja Makanan Dan Minuman Rapat Rp 200.000.000),  
(Belanja Belanja Makanan Dan Minuman Tamu Hari Besar Nasional/Kabupaten 
Rp 150.000.000),
(Belanja Belanja Makanan Dan Minuman Tamu Hari Besar Keagamaan Rp 112.500.000)
(Belanja Makan Minum Kegiatan, Kegiatan Pembiaan Keagamaan – Snack Kotak dan Nasi Kotak Rp 176.500.000), 
(Makan Minum dan Snack Kegiatan Koordinasi dan Kemitraan Pemkab Tulang Bawang Rp 63.000.000),
(Belanja Snack Kotak dan Nasi Kotak Kegiatan Apresiasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Kab. Tulang Bawang Rp 62.000.000 ), 
(Belanja Nasi Kotak dan Snack Kotak Kegiatan Fasilitasi Lembaga Seni Qosidah Indonesia Rp 43.000.000),
(Belanja Makan Minum Kegiatan Perjalanan Suci Dalam Pembinaan Keagamaan Rp 51.990.000),
(Belanja Snack Kotak dan nasi Kotak Kegiatan Kerohanian Islam Rp 24.750.000), 
(Belanja Makan Minum Kegiatan Pengajian Bulanan Rp 21.750.000),
 (Belanja Makan dan Minum Rapat (snack Kotak dan Nasi Kotak) Kegiatan Penyusunan LKjIP Setdakab Tulang Bawang dan Perjanjian Kinerja Rp 14 juta).

(Belanja Makanan dan Minuman Kegiatan Penyelesaian  Sengketa Tanah/Konflik Pertanahan Rp 13.125.000,)
(Belanja Makan dan Minum Kegiatan Koordinasi dan Evaluasi Kinerja Pembagunan Ekonomi dalam Mengendalikan Inflasi Daerah Rp 11.000.000).

Tentunya alokasi anggaran diatas tersebut terlalu mahal, sehingga dinilai itu pemborosan dan sangatlah tidak adil. Pembagian anggaran seperti ini bisa menyakitkan hati rakyat.

Kemudian, diduga penyimpangan ini terjadi mulai dari penyusunan APBD yang kurang melibatkan partisipasi masyarakat, prosentase belanja rutin yang lebih membengkak daripada belanja pembangunan, serta pengalokasian pos anggaran yang banyak menyimpang dari peraturan yang telah ditetapkan.
Selain itu juga persoalan yang turut memberikan kontribusi terhadap merebaknya perilaku korupsi di APBD adalah tertutupnya akses informasi yang berkaitan dengan dokumen APBD, sehingga luput dari pengawasan publik.

Kenyataan ini sering terjadi, karena aparat masih memegang paradigma bahwa dokumen APBD adalah sesuatu yang sifatnya adalah rahasia negara dan tidak semua orang bisa mengakses informasi tersebut. Ironisnya, masyarakat tidak pernah diberi kesempatan untuk mengetahui besaran anggaran tiap tahunnya. Hal itulah yang mempermudah lancarnya para oknum Koruptor melancarkan aksi mereka guna memperkaya diri mereka, tanpa memikirkan penderitaan masyarakat Tulang Bawang. 

Dan bukan hanya itu, seperti Janji Politik Winarti dengan janjinya mengaku akan mencari dana dari pemerintah pusat untuk program pembangunan. Tidak mengganggu dana desa yang sudah ada, yang sudah rutin turun tiap tahun.

“Faktanya, mobil ambulan diambil dari dana desa, ekonomi kreatif diambil dari dana desa, program lainnya diambil dari dana desa. Semua diambil dari dana desa. Terus mana yang katanya tidak ngambil dari dana desa yang memang sudah ada dari pemerintah pusat,” ucap sumber.

Sementara itu Sekretaris Daerah Tulang Bawang Ir.Anthoni, MM ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak membalas.

Namun hal itu akan dikupas secara mendalam pada edisi mendatang.
(Red)