Home Hukum

Diduga "Ediyan" Kepala BPBD Tanggamus Mafia Anggaran

176
0
SHARE
Foto dok: ilustrasi handalnews.id

HandalNews.id, TANGGAMUS - Realisasi anggaran milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus Tahun 2020 diduga sarat dengan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Seperti diketahui Anggaran yang dikucurkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tahun 2020, untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tanggamus senilai Rp 21 miliar. Guna membiayai kegiyatan sebanyak 23 Paket Penyedia.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh wartawan koran ini dan diperkuat pengakuan narasumber yang patut dipercaya bahwasannya kegiyatan yang dikerjakan oleh pihak rekanan diduga asal-asalan pengerjaannya, kegiyatan yang tidak sesuai dengan speksifikasi yang ada. Ucapnya.
 
Iya menambahkan. " kegiatan yang menurutnya tidak sesuai dalam pekerjaannya seperti pembangunan: 
Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way napal (napal kelumbayan ) yang dikerjakan oleh PT. Aya Pujian Pratama, dengan nilai pekerjaan Rp 3,7 Miliar dengan panjang 690 meter dan tinggi sekitar 2,8 meter. Dan kegiatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way Kiluan (kiluan-kelumbayan) Rp 4.444.400.000. 
 
Menurut saya kegiyatan tersebut tidak sesuai, material yang digunakan untuk pembangunan pasirnya bercampur dengan tanah serta jarak pasangan besi tidak sesuai. Tutupnya.
 
Kacaunya pengelolaan anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Tanggamus, antara lain:

Pembangunan Prasarana lingkungan
Rp 1.050.000.000.

Rehabilitasi dan Reconstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way Limau (Banjar Agung - Limau ) Rp2.439.000.000.

Rehabilitasi dan rekonstruksi Rp 1.084.000.000.

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai way Pertiwi ( Banjar Negeri - Cukuh Balak ) Rp1.626.000.000.

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way Kiluan (kiluan -kelumbayan) Rp4.444.400.000.

Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tanggul Pengaman Sungai Way napal (napal kelumbayan ) Rp3.739.800.000.
 
Alih-alih berbuat transparan dan peduli rakyat, ternyata tidak memperjuangkan kepentingan rakyat, melainkan lebih mengedepankan kepentingan pribadi dan golongan dengan cara melanggar hukum yang merugikan negara. 
 
Adanya dugaan tersebut, saat konfirmasi melalui Fia Waatshap, Ediyan M Thoha selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanggamus menjawab " Jangan begitu saudara ku, " lukasnya. 
 
Dengan ini memberikan kepada pihak institusi Kepolisian dan Kejaksaan untuk memulai pemeriksaan terkait dugaan KKN di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Tanggamus.
 
Dari kegiyatan yang dimaksut diatas, masih banyak lagi kegiyatan yang menjadi lahan Para Oknum Koruptor disana namun akan dibeberkan secara Gamlang pada edisi mendatang.
 
(Red)