Home Lampung Utara Artikel

Diduga Kinerja Atik Rusmiyaty Ambarsari, SH. MH. Selaku Kepala Kejaksaan Negri Lampung Utara Melempem

314
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

KOTA BUMI (HANDALNEWS) Ketua Komunitas Masyarakat Lampung (KOMA), Andika. menyebut kinerja Atik Rusmiyaty Ambarsari, SH. MH. Selaku Kepala Kejaksaan Negri (Kajari), Lampung Utara dalam upaya pemberantasan korupsi jauh dari kata memuaskan. Buktinya, sejumlah dugaan laporan adanya indikasi Korupsi disana penanganan Penegak Hukum disana sangat lamban merespon.

Seperti halnya dugaan korupsi di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), pada Tahun anggaran 2021, yang hingga kini belum adanya gerakan dari APH disana, bak seolah Terkesan APH disana Melempem.

 
Usia yang saat ini terbilang Tua, berdirinys APH disana. Namun dalam memberantas dugaan korupsi disana belum optimal.
 
Menurut Andika, penanganan dugaan kasus Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) tahun 2021, menjadi salah satu bentuk upaya Lemahnya terhadap Pengungkapan Dugaan Korupsi disana.
padahal prilaku Korup yang mengancam kelangsungan hidup bangsa, namun harus memaksa integritas penegak hukum masih membutuhkan waktu. Ucapnya.
 
Andika menambahkan. "Perihal dugaan indikasi (KKN)? Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) tahun 2021, seperti Belanja Honorarium Penanggung jawaban Pengelolaan Keuangan yang Menghabiskan anggaran
Rp 581.226.000.- anggaran sebesar itu diduga Pihak Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman dengan sengaja memark-up kegiyatan tersebut.

Padahal bila kita mengacu dalam ketentuan yang ada. Fungsional bidang perbendaharaan KPA paling Banyak 6 orang itu pun sudah termasuk PPABP guna membantu PPK dalam Pelaksanaan Administrasi Belanja Pegawai di satuan Kerja hanya 40 persen besaran Honorarium Penanggung Jawab Pengelolaan Keuwangan.

Modus yang dilakukan para oknum Koruptor disana dengan cara memecah pengeluwaran anggaran menjadi 14 Paket Penyedia. Ujar nya.
 
Lebih jauh andika membeberkan, Bukan hanya kegiyatan itu saja yang menjadi Lahan basah Para Oknum-oknum Koruptor meraup anggaran negara guna memperkaya diri mereka. Seperti kegiyatan Jasa Konsultasi Perencanaan Peningkatan/Pembangunan Drainase Perumahan permukiman, Jasa Konsultansi Pengawasan Pembangunan Drainase/ Gorong-gorong, hingga anggaran Pengadaan Alat Kantor lainnya, Alat Studio Serta Personal dan Peralatan Komputer yang bersumber dari APBD dengan Total Rp 6 Milyar. Untuk membiayayi paket sebanyak 43 kegiyatan penyedia. Yang tak luput dari para Oknum KKN disana.
 
Indikasi lain seperti kegiyatan pada tahun 2020, yang bersumber dari APBD Daerah seperti kegiyatan sebanyak 41 Paket Penyedia Di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Lampung Utara dengan Total Pagu Anggaran senilai
Rp 3.645.000.000,- terdapat adanya korupsi seperti Program : Pengadaan Bahan/Bibit Tanaman Hias Rp185 juta. Namun kenyataan yang ada, Tanaman Hias yang ada di seputaran Kota tidak semuanya diganti oleh pihak oknum Dinas Perkim, namun hal itu akan dibeberkan edisi mendatang.
 
Adanya Hal Itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim), ERWIN SYAPUTRA,ST.MM. terkesan saling lempar Tanggung jawab, " silahkan Hubungi Kabid Pemukiman, Pak Tabrani, ucapnya. Melalui Pia waatshap. "
 
Iya menambahkan. " Paket di dinas perkim sebanyak 25 paket PL penunjukan langsung dapat dilihat, kami dinas perkim bertekad menjalankan amanah dengan semangat baru reformasi birokrasi, anggaran drainase dan konsultan prencanaan dan pengawan kurang lebih 5M, untuk lebih detailnya silahkan datang ke dinas kami menemui kabid permukiman dinas bapetkim ada banyak kegiatan yang sifatnya swakelola melalui desa dan kelurahan berupa kegiatan SPAM dan sanitasi..bersumber dr dana DAK. Ujarnya. 
 
Iya menambahkan " Juga ada kegiatan Bantuan Stimulan Pembangunan rumah Swadaya yg sering disebut BSPS atau bedah rumah yg semuanya swakelola penerima hibah yaitu masyarakat, bersumber dari dana DAU,DAK,APBN dan Apbd provinsi lampung, semua dikerjakan masyarakat penerima bantuan. Tutupnya.
(Red)