Home Tanggamus Politik

Diduga Kuat Kades Pekon Sri Katon Korupsi DD

814
0
SHARE
Fhoto dok : handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Diduga Pekon Serikaton, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, bukan hanya pungli pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Yang dinyanyikan warga setempat lantaran mereka merasa dibebankan lantaran ada iyuran 50 hingga 100 ribu rupiah guna pembuatan KTP dan Surat Menyurat lainnya. Kini mencuat adanya dugaan korupsi Anggaran Dana Desa tahun 2018/2019.

Seperti di ketahui Anggaran yang di kucurkan oleh Pemerintah Pusat 2019, melalui Bantuan APBN, senilai Rp 929 juta, yang di bagi 3 Tahap Pencairan guna Meningkatkan Pembangunan desa tertinggal, dan untuk kesejahteraan Masyarakat Serikaton, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. justru Hal itu diduga Oknum Kades Gelap Mata.

Pasalnya seperti Pembangunan Sekolah PAUD yang menghabiskan Anggaran Ratusan Juta, diduga Oknum Kades dan Sekutunya menjadikan Anggaran Pembangunan Paud tersebut Dijadikan Memperkaya diri oleh Para Oknum-oknum Aparatur Pekon Serikaton.
Padahal Guna Dibangunkan Sekolah PAUD yang bertujuan untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.

Adanya dugaan Korupsi Pembangunan PAUD tersebut. Media koran ini melakukan Kroscek lapangan sesuai laporan dari salah satu masyarakat Pekon Serikaton kepada wartawan koran ini waktu lalu. Apa yang disampaikan sumber benar adanya dugaan Mark-up Anggaran Pembangunan PAUD tersebut, baik Dari Pemasangan Pendasi Hingga Kekuatan bangunannya yang berukuran 5X6 meter tersebut. Yang Menghabiskan Ratusan Juta. Hal itu Jauh api dari Panggang.

Dari hasil Ahli Arsitek ternama yang ada di kota bandar Lampung, bangunan Tersebut hanya di tapsir menghabiskan anggaran Rp 40 juta.

Saat ingin dikonfirmasi oleh wartawan koran ini kepada Kepala Pekon Serikaton. Kepala Pekon tersebut tidak pernah berada di Kantor.

Saat di lakukan konfirmasi melalui Boyimin selaku Adepsi kecamatan Semaka. Dia mengatakan. Tidak ada manusia yang jujur. Bila ada yang jujur itu Pasti Bohong. Katanya.
Adanya pengakuan dari Adepsi tersebut, kuat dugaan benar adanya indikasi Korupsi Pembangunan PAUD tersebut.
Hal ini akan terus di ungkap pada edisi mendatang.(Red)