Home Tulang Bawang Hukum

Diduga Oknum Camat Penawar Tama Terima Uang Pencairan ADD & DD Dari Kakam

269
0
SHARE
Camat Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang Suwardi

Handalnews.id, Tuba - Camat Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang Suwardi, diduga telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap 14 kepala kampung (Kakam) di kecamatan setempat, untuk kepentingan pribadi hingga meraup ratusan juta rupiah dalam setahun.

Demikian diungkapkan beberapa kepala kampung dan Stap Kecamatan Penawar Tama.

"Pak Suwardi, ketika ada pencairan Dana ADD dan DD selalu meminta bagian kepada kepala kampung sebesar Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 2.000.000, dan itu dilakukan setiap tahun ketika ada pencairan," sebut salah satu kepala kampung, Jum'at (8/11/2019).

Dengan alasan, lanjutnya, penarikan dana tersebut untuk dibagikan kepada stap-stap maupun pegawai nya di kantor kecamatan.

"Ternyata dana tersebut tidak ada yang sampai kepada pegawai atau stap-stapnya, karena ketua forum Kakam pernah menanyakan perihal penarikan dana tersebut kepada stap maupun pegawai kecamatan," katanya.

Salah satu stap kecamatan setempat mengungkapkan, selama Suwardi menjabat menjadi Camat Penawar Tama, sudah dua sekcam merasa kecewa terhadap Camat Penawar Tama, dikarenakan camat tersebut selalu mementingkan dirinya sendiri 

"Kami selaku stap-stapnya merasa kecewa karena dia mendapatkan uang tersebut mengatas namakan untuk membantu kawan-kawan yang ada di kecamatan ini," ujar salah satu stap.

Padahal tambahnya, setiap ada acara bupati selalu menghimbau kepada seluruh camat jangan sampai ada pemotongan-pemotongan atau meminta kepada kepala kampung dari dana ADD dan DD

"Bila sampai hal itu terjadi maka pak bupati akan langsung memberhentikan camat tersebut apabila melakukan pemintaan kepada kepala kampung menggunakan dana ADD dan DD," ucapnya.

"Jadi kami berharap kepada pak bupati agar segera melakukan pemanggilan dan memberikan sanksi tegas kepada Pak Suwardi, selaku Camat Penawar Tama," harapnya.

Sementara itu Camat Penawar Tama Kabupaten Tulang Bawang Suwardi, ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler, terkait adanya pungutan untuk setiap pencairan ADD dan DD, handphone yang bersangkutan tidak aktip.  (Budi)