Home Lampung Barat Kesehatan

Diduga Parosil Jadi Benteng Bulki Basri Kuras Anggaran Pengadaan ATK Rp 1,9 Milyar

313
0
SHARE
Fhoto dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Lampung Barat - untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Mungkin diuga akan menjadi Isapan Jempol belaka.

Dari hasil dilapangan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat Tengah disorot terkait anggaran ATK yang sangat Fantastis nilainya. nilai pengadaan barang dan jasa di seperti Pengadaan Alat Tulis Kantor yang melalui Anggaran APBD Swakelola tahun 2020 senilai Rp 1.903.440.600 milyar. yang di pecah menjadi 46 kali pembelian, dari total kegiyatan Swakelola 209 Paket dengan Pagu Anggaran Rp 18.703.000.000. Milyar.

dalam anggaran APBD 2020 ini sangat terkesan berlebihan dan tak masuk akal. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diduga melakukan pemborosan anggaran. Sehingga, paket pengadaan ini diduga menjadi ajang korupsi berjamaah oleh oknum pejabat setempat,

Kalau memang benar dan bukan akal-akalan untuk memperkaya diri, biaya kebutuhan ATK tidak mungkin mencapai hampir 2 milyar, Sekalipun itu untuk kebutuhan selama setahun. Masak hanya kebutuhan ATK untuk kegiatan penyusunan laporan keuangan pemerintah Dinas, menghabiskan 1,9 Miliaran.

Disisi lain, menurut salah satu yang memahami tatanan Pemerintahan mengatakan,Logika sederhananya, ATK yang identik dengan barang-barang tulis seperti pulpen atau pena, pensil, spidol, stabilo, penggaris, penghapus, dan juga rautan, kertas HVS biasa berbagai ukuran, kertas foto, kertas print, kertas fax, kertas continuous form, buku tanda terima tamu, buku kwitansi, buku tulis biasa, buku kas, buku folio, buku nota, buku surat jalan, hingga jenis buku ekspedisi, stapler, perforator, cutter, stempel, kalkulator, dan bak stempel.

Iya menambahkan "Jika semua itu menghabiskan anggaran Rp 1,9 Miliar dirinya curiga. Seharusnya, setiap keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan," tegasnya.

Diketahui total keseluruhan anggaran kegiatan dan pengadaan belanja barang dan jasa yang direalisasikan pada Tahun 2020 melalui APBD dan APBDP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat senilai
Rp78.260.000.000. Untuk membiayai kegiyatan sebanyak 313 Paket Kegiyatan Proyek.

Menurut analisa, dan biasa hal Korupsi terjadi diawali perencanaan dan penganggaran. Jadi penganggaran sudah dikapling-kapling, sekian jatah buat pihak tertentu," spesifikasi teknis bisa dimainkan dengan menaikkan spesifikasi sehingga anggaran menjadi besar.
dan Juga mengarahkan spesifikasi teknis pada peserta lelang tertentu sehingga hanya satu peserta lelang yang lolos," itu lah yang sering di jumpai dilapangan terkait penganggaran Kegiyatan.

Adanya hal dugaan adanya indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), Bulki Basri selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat belum dapat di Konfirmasi terkait adanya hal ini.
Namun Hal ini akan di kupas secara mendalam pada edisi Mendatang.  (Hengki Saprizal)