Home Tanggamus Hukum

Diduga Tanjili Yusup korupsi Ratusan Juta Anggaran DD Pekon Kalimiring

458
0
SHARE
Fhoto dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Ratusan Juta dana desa (DD) Pekon Kalimiring diduga telah melakukan mark up anggaran dan anggaran sejumlah item pekerjaan diduga fiktif.

Pada tahun 2019, pekon Kalimiring menerima kucuran Bantuan DD senilai Rp 1,1 miliar, Untuk merealisasikan pembangunan Desa sebanyak 13 paket penyedia. Namun dari besaran anggaran yang dikucurkan untuk 13 paket tersebut, diduga Kepala Pekon Kalimiring Tanjili Yusup Gelap mata. Lantaran mengelola Bantuan sebanyak Rp 1,1 milyar, Menjadikan lahan korupsi olehnya.

anggaran yang menjadi sorotan jelas seperti :
“Misalnya, anggaran kegiyatan Pengadaan Poster/Baliho/Lainnya atas ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya 2019, tahap 1 hingga tahap 3 menghabiskan Anggaran senilai Rp 73,3 juta.
padahal Kegiyatan tersebut ditapsir hanya menghabiskan Rp 10 juta saja.

" Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan Rp. 211 Juta, pada tahun 2019, diduga anggaran tersebut Mark-up.

Tidak sampai di situ saja kegiyatan yang menjadi lahan basah korupsi Kepala pekon Kalimiring seperti Terselenggaranya Operasional Perpustakaan/Taman Bacaan/Sanggar Belajar Lainnya tahun 2019, Rp. 10 juta. Anggaran tersebut diduga Fiktif, sesuai yang di sampaikan Narasumber ke pada wartawan koran ini, dan iya menambahkan seperti kegiyatan Obat-obatan Rp 22 juta pun tak luput dari Rakusnya oknum Kepala Pekon tersebut guna memperkaya dirinya.

Adanya hal itu Tanjili Yusup dan Kroni kroninya diduga sudah melakukan Kebohongan Besar, kepada Masyarakatnya. Dan angan angan Pemerintah yang ingin membangun Desa tertinggal. Justru hal itu akan menjadi Angan-angan saja, Rakusnya para oknum Koruptor tanpa memperhatikan Penderitaan Rakyatnya.

Anggaran 2019 saja menjadi lahan Korupsi apa lagi anggaran 2020, yang saat ini corong pemerintah masih Pokus terkait Virus covid-19 , diduga anggaran yang di gelontor kan senialai Rp 828,1 juta.
-dari besaran anggaran tersebut seperti Tahap 1 sudah di kucurkan senilai Rp. 335.575.600,
-Tahap 2 sudah di kucurkan senilai
Rp. 124.219.800.
- Tahap 3 sudah di kucurkan senilai
Rp. 161.303.600. Diduga anggaran tersebut tidak direalisasikan sepenuhnya dan besar kemungkinan banyaknya kegiyatan Fiktif. Namun hal itu akan di beberkan edisi mendatang.
( Halimi/azuar )