Home Pringsewu Pemerintahan Daerah

DR.H.FAUZI, Masalah Stunting Tanggung Jawab Bersama

168
0
SHARE
Foto: dok Handalnews.id

PRINGSEWU,  Handalnews.id - Penanganan masalah stunting merupakan masalah dan tanggung jawab bersama seluruh pihak, dan bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan saja. "Masalah stunting memerlukan sinergitas seluruh pihak", kata Wakil Bupati Pringsewu DR.H.Fauzi dalam amanatnya saat bertindak sebagai pembina apel jajaran aparatur Pekon Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, di halaman balai pekon setempat, Jumat (16/4/21) pagi.
 
Karena itu, kata Fauzi, kepala pekon dan BHP agar kompak dan sinergis dalam menangani dan menurunkan angka stunting tersebut.
 
Pada apel pagi yang dilanjutkan dengan pengarahan ini dihadiri Kadis PMP Eko Sumarmi, Sekretaris Inspektorat Pemkab Pringsewu H.Yanuar Haryanto, Camat Gadingrejo Drs.Joko Hermanto, Kepala Bagian Prokopim Pemkab Pringsewu Wiwit Sutriyono, S.Sos., Kepala KUA Gadingrejo H.Sulaiman Adnan, S.Ag., Kepala UPT Puskesmas Gadingrejo Sobirin, Kepala Pekon Gadingrejo Gunawan Cahyono, serta diikuti aparatur Kecamatan dan Pekon Gadingrejo, dan sejumlah kepala sekolah, Wabup Pringsewu juga meminta seluruh jajaran aparatur pekon untuk menjaga kekompakan. "Mari bersama-sama beride dan berinovasi untuk melakukan hal-hal yang terbaik bagi masyarakat", ajaknya.
 
Pada kesempatan itu, masalah DBD juga mendapat sorotan Wakil Bupati Pringsewu. Ia meminta seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan masing-masing. Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk menanam tanaman yang tidak disukai oleh nyamuk, yakni tanaman serai, terutama jenis serai wangi 01. "Begitu juga dengan protokol kesehatan yang senantiasa harus dijaga dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid-19", ujarnya.
 
Sebagaimana disampaikan di pekon-pekon lainnya, Wabup Pringsewu juga meminta jajaran pemerintahan Pekon Gadingrejo untuk mengadakan Perpustakaan Pekon. "Untuk pengadaan perpustakaan ini bila dilakukan secara swadaya, dan tidak perlu memakai Anggaran Dana Desa. "Untuk koleksi perpustakaan pekon, bisa dari buku-buku sumbangan masyarakat, serta tidak harus yang baru, tapi bisa dengan buku-buku dan majalah lama atau bahan bacaan lainnya dari sumbangan warga" katanya. (Sulaiman)