Home Pringsewu Hukum

Dugaan Penyimpangan Penyaluran BPNT, Kejari Segera Lakukan Pengusutan

338
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Pringsewu - Adanya dugaan penyimpangan Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kecamatan Ambara Kabupaten Pringsewu oleh CV Putra Keling sebagai suplayer guna keuntungan pribadi, akhirnya Kejaksaan Negeri Pringsewu didesak untuk melakukan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata).

Demikian diungkapkan Ketua Majelis Perwakilan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) kabupaten setempat Beni Benyamin, pihaknya mendesak aparat penegak hukum khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Pringsewu agar segera menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.

Karena katanya ditaksir ada ratusan juta rupiah uang negara yang diraih dalam kaitan pengurangan timbangan dan pemberian beras dengan dugaan harga murah.

"Kalau ternyata kurang timbangan ya itu sudah masuk pelanggaran dan harus dituntaskan oleh penegak hukum, jika itu penyimpangan yang disengaja, karena bantuan ini merupakan program nasional dari kementrian, agar masyarakat Kabupaten Pringsewu bisa mendapatkan haknya dengan maksimal," tegasnya kemarin.

Sedangkan tambahnya, dugaan pelanggaran yang dilakukan suplayer ini harus menjadi pelajaran bagi Dinas Sosial Kabupaten Pringsewu yang membidangi.

"Kepala dinas sekarang masih baru, kita harus support Pak Andi Wijaya (Kadis Sosial-red) agar dapat meningkatkan kinerja lebih baik lagi," kata dia.

Diberitakan sebelumnya dengan judul "Raup Ratusan Juta, Penyalur Kurangi Timbangan Komponen KPM BPNT"

Demi mendapatkan keuntungan ratusan juta rupiah, diduga penyalur melakukan bisnis kemiskinan pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan cara pengurangan timbangan untuk setiap komponen bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ) yang ada di Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.

Beberapa keluarga penerima manfaat yang ada di Kecamatan Ambarawa mengeluhkan bantuan yang disalurkan oleh CV Putra Keling karena jumlahnya yang dikurangi dan kualitas beras yang jauh dari kata layak.

"Berasnya kutuan mas, beratnya juga cuma 14 kg, Kentang tidak sampai 1 Kg kemudian Kacang juga ngga sampai setengah Kg serta Telor 8 butir dari 10 butir yang seharusnya kami terima," ujar salah satu KPM yang di amini lainnya, Rabu (11/11/2020).

"Apalagi waktu di masak, nasinya juga tidak enak dimakan, saya minta kepada Bupati Pringsewu Bapak Sujadi dan Wakil nya Bapak Pauji melalui dinas terkait memperhatikan nasib kami para penerima ini," timpalnya.

Ada dugaan permainan dari bantuan sosial yang dilakukan CV Putra Keling dengan total Mark up ratusan juta rupiah per bulan.

Di Kecamatan Ambarawa sendiri terdapat 2793 orang KPM yang mendapatkan BPNT dan disuplay oleh CV Putra Keling.

Salah satu E-Warong menuturkan, dirinya hanya menyalurkan bantuan dari Supplier, terkait isi beras didapat dari CV Putra Keling.

"Kalau telur ada 5 orang yang packing, sejauh ini 10 butir kok mas, mungkin khilaf jadi ada yang kurang," ungkapnya via sambungan seluler.

Ditambahkan, beras yang diterima sudah terbungkus satu per satu untuk tiap-tiap KPM dan tidak mengetahui isi beras seperti apa.

"Kalau beras sudah dari CV begitu, dibungkus satu satu, saya tidak tau isinya," tambahnya.

"E-Warong saya melayani 600 KPM di dua desa, per transaksi saya dapat fee 6.000 rupiah, itu saja," pungkasnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi Edi dari pihak CV Putra Keling ke nomor 08566948****, namun yang mengangkat telpon tersebut mengaku bernama putri dan menurutnya kekurangan timbangan komponen beras yang dikeluhkan KPM di Kecamatan Ambarawa dia tidak seberapa paham karena beras sudah dari Pabriknya.

"Menurut saya kalau beras itu ada satu atau dua kutunya dan batu itu hal yang wajar, karena di pabrik banyak sekali gabah dan beras-beras yang sudah tidak terpakai, kalau telur kami tudak pernah sama sekali pak itu ngga mungkin dosa pak, namun kalau kurang-kurang satu mungkin wajar karena banyak ibu-ibu," ucapnya, kepada media ini, Rabu malam, (11/11/2020).

Namun kalau menurutnya lebih baik hubungi Edi Susanto, karena mereka yang punya pabriknya.

"Saya hanya sebatas bantu-bantu di Kobe pak, silakan hubungi Pak Edi Susanto nya saja, dia yang memiliki kop, CV dan pabrik beras nya, saya hanya sekedar bantu saja," sebutnya.   (Ismail)