Home Lampung Tengah Pemerintahan Daerah

Dugaan Pungli Sugiman Harus Segera Diusut  

65
0
SHARE
Foto dok: HandalNews.id

KALIREJO (HANDALNEWS) Dugaan aksi pungutan liar yang dilakukan oknum staff pegawai Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, bernama Sugiman, harus segera diusut agar setiap tindakan oknum yang merugikan masyarakat itu tidak lagi terulang dan bisa mendapatkan efek jera.  

 
Seperti diketahui, oknum pegawai Kecamatan Kalirejo, bernama Sugiman, diduga melakukan aksi pungutan liar (Pungli) dalam pembuatan Karta Tanda Penduduk (KTP), Kartu Kelurga (KK) dan Akte Kelahiran, yang dibandrol dengan angka yang mencapai ratusan ribu Rupiah. 
 
Selain itu, pengakuan Sugiman yang menyebut jika pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Lampung Tengah yang juga meminta jatah uang kepada dirinya setiap melakukan pengurusan berkas administrasi kependudukan mesti mendapat perhatian dari kepala daerah disana. 
 
“Jangan sampai kebiasaan pungli ini dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas, sebab prilaku oknum yang seperti ini dapat menciderai tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah khususnya Pemkab Lampung Tengah,” cetus salah seorang warga Kecamatan Kalirejo.  
 
Dari hasil pengamatan di kecamatan setempat, Sugiman sudah sering melakukan pungli tersebut, bahkan pernah tertangkap basah oleh awak media ini. 
 
Menurut pengakuan Nara sumber, pada tanggal 28/9/2021 Sugiman meminta uang kepada masyarakat sebebar Rp 500 ribu dengan dalih biaya pembuatan KTP, KK dan akte kelahiran.
 
Selain itu, pada tanggal 30/9/2021, Sagiman juga Pungli pembuatan surat izin usaha, sebesAr Rp 200 ribu. "Saya mencari pak Sugiman, mau buat surat izin usaha karena mau masang listrik sekaligus ngasih biayanya 200 ribu," ungkap sumber lain.
 
Menurut pengakuan Nara sumber, Sugiman selain sebagai Staff di kecamatan juga merangkap sebagai biro jasa pembuatan surat menyurat kepada masyarakat. 
 
Ketika di konfirmasi, Sugiman mengatakan jika untung dari Pungli yang ia lakukan tidak besar, karena di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Discapil) selalu di pinta uang. “Kalau saya gak minta dana besar untuk buat KK, KTP dan surat lainya nggak besar untungnya, karena setiap kali bikin di Capil selalu di pinta dana sama pihak Capil,” jelasnya.
 
Selain itu, dari penuturan staff Kecamatan Kalirejo, disebutkan jika Sugiman hanya datang pagi ke kantor untuk melakukan absensi yang kemudian kembali pulang. “Kami juga heran kok bisa Sugiman kerjanya semau-mau begitu, datang absen lalu pulang, kan aneh bisa bekerja seperti itu tanpa ada teguran dari atasan,” demikian disampaikan staff kecamatan setempat yang mengaku heran dengan kinerja Sugiman. (Iron Guna)