Home Tanggamus Hukum

Dugaan SPJ Fiktif dan Pemalsuan Tandatangan Pekon Sripurnomo " Kobul dan Hera " Pelakunya

350
0
SHARE
Fhoto dok : Ilustrasi

Handalnews.id, Tanggamus - Berbagai Kejanggalan terkait kinerja Aparatur Pekon Sripurnomo dalam realisasi anggaran Dana Desa 2020 silam, Dugaan tersebut kian mencuat setelah adanya Pengakuan Veerlin selaku Pj. Pekon Sripurnomo yang mengatakan, bahwa iya akan melaporkan Kabul dan Hera selaku mantan Aparatur pekon kepada pihak penegak hukum lantaran diduga mereka melakukan pemalsuan SPJ Fiktip hingga pemalsuan Tanda Tangan penanggung jawab anggaran Desa 2020 silam.

Veerlin menambahkan " Sudah saya laporkan, semua barang bukti sudah saya serahkan. Semoga bisa ditindak lanjuti oleh pihak penegak hukum, dan khususnya Inspektorat atau penegak hukum untuk mengusut tuntas penggunaan Dana Desa tersebut yang diduga sarat masalah.
“ saya berharap oknum Sekdes dan tim Pelaksana Kegiatan untuk diperiksa, karena adannya indikasi penyelewengan dana yang dilakukan secara terstruktur bukan itu saja, seperti pembuatan Masker untuk Masyarakat pun dijadikan Lahan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN). Pasalnya Sekdes dan hera tanpa ada kordinasi terlebih dahulu kepada Kepala Pekon, saat ditanya oleh Kakon terkait pembuatan Masker, sekdes menjawab, Nota SPJ nya tidak ditandatangani Kakon, mrlainkan langsung di manipulasi oleh Kobul, tanpa adanya kordiasi terlebih dulu kepada Kakon tersebut. Pada hal sesuai dengan pemalsuan tanda tangan pejabat lembaga pemerintah dapat dijerat dengan Pasal 263 ayat (1) KUHP, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara. ” sebutnya seraya berharap agar penegak hukum memberikan sanksi tegas adanya hal itu ". Urainya.

Seperti diketahui, pekon Sripurnomo tahun 2020. Menerima kucuran dana dari Pusat melalui anggaran dana Desa senilai Rp. 1,2 miliar, dengan rincian tahap 1 Rp. 481.772.800. Tahap II Rp. 179.043.750 dan Tahap III Rp. 234.402.200 namun hal ini akan di kupas secara mendalam edisi mendatang. (Halimi/Matnuri)