Home Pringsewu Hukum

Enam Kepsek SMP Negeri Pringsewu Karbitan

435
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Pungli Dan Korupsi BOS Marak !! 

Handalnews.id, Pringsewu - Sebanyak Enam Kepala SMP Negeri Di Kabupaten Pringsewu, masuk kategori kepala sekolah Karbitan. Baru beberapa bulan menjabat segudang masalah telah tercipta. Mulai dari dugaan Pungutan liar  (Pungli) Hingga Korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2019.

Menurut data yang ada dimeja redaksi dan pengakuan salah satu Narasumber, menjelaskan, Beberapa bulan lalu, telah terjadi perolingan jabatan kepala sekolah tingkat SMP Negeri di Kabupaten Pringsewu, dimana dalam perrlolingan tersebut  tidak wajar karena terkesan sedikit memaksa dan terburu-buru.

“Pada akhirnya, kepala sekolah yang saat ini menjabat melakukan perilaku yang memalukan bahkan kuat dugaan mereka melancarkan aksi Korupsi dana BOS untuk balik modal," ujar sumber.

Masih kata sumber, ke Enam sekolah tersebut ialah, SMP Negeri 1 Pringsewu, SMP Negeri 4 Pringsewu, SMP Negeri 3 Pringsewu, SMP Negeri 1 Pagelaran, SMP Negeri  2 Pringsewu, SMP Negeri 3 Gadingrejo.

“Bayangkan baru menjabat, Enam oknum kepala sekolah mendalangi pungli, mulai dari jual beli buku LKS dengan harga Rp.10.000,-. Hingga pungli UNBK dan yang parah mereka korupsi dana BOS," ucapnya.

Lebih dalam sumber mengutarakan, pergantian kepala sekolah, secara tidak langsung bebenturan dengan turunya kegiatan DAK tahun 2019. Lalu pergantian tersebut banyak melanggar aturan dan ketentuan. “seperti ada permainan besar," tuding sumber.

Lanjutnya, Untuk dana BOS yang diterima ke-Enam sekolah diatas mencapai miliaran dan beberapa kegiatan yang terindikasi dugaan  korupsi berikut, datanya.

1. SMP Negeri 1 Pringsewu : kegiatan Pengembangan Perpustakaan TW III Rp.50.544.000,-. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah TW III Rp.14.573.500 dan TW IV Rp.7.937.500,-.  Kegiatan Pengelolaan sekolah, TW III Rp.42.424.800,-.  TW I Rp.17.483.750,-. Kegiatan evaluasi pembelajaran TW II Rp.41.927.600,-. Dan TW IV Rp.28.669.200,-.  

2. SMP Negeri 4 Pringsewu : Pengembangan Perpustakaan TW II Rp.130.000.000,-.  Pengelolaan sekolah TW III Rp.8.400.000,-. TW IV Rp. 9.400.000,-. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah TW II Rp.12.000.000,-.  Dan TW IV Rp.14.000.000,-. Kegiatan evaluasi pembelajaran TW II Rp. 45.350.000,-.  TW IV Rp.47.850.000,-.

3. SMP Negeri 3 Pringsewu : Pengembangan Perpustakaan TW II    Rp.98.708.200,-. Pengelolaan sekolah TW II Rp.40.550.000,-.  TW IV Rp.37.000.000,-. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah TW I Rp.21.000.000,-. TW II Rp.24.600.000,-. Kegiatan evaluasi pembelajaran TW I Rp.26.000.000,-. TW II Rp.50.745.400,-. 

4. SMP Negeri1 Pagelaran : Pengembangan Perpustakaan TW I Rp.6.855.000,-. TW III Rp.69.172.500,-. Pengelolaan sekolah TW III Rp.47.434.500,-. TW IV Rp,38.790.000,-. Pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah TW II Rp.54.500.000,-.TW III Rp.33.572.400,-Kegiatan evaluasi pembelajaran TW I Rp.57.026.000 ,-. TW II Rp.86.390.900 ,-.

5. SMP Negeri  2 Pringsewu : Pengembangan Perpustakaan
TW II Rp.164.985.000,-.  Pengelolaan sekolah TW III Rp.45.454.000,-. TW II Rp.38.384.000,-. Kegiatan evaluasi pembelajaran TW I Rp.31.631.000,-. TW II Rp.31.631.000,-.

6. SMP Negeri 3 Gadingrejo : Kegiatan evaluasi pembelajaran TW I Rp.45.524.200,-. TW II Rp.45.524.200,-.  Kegiatan pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa TW II Rp.25.692.800,-. Dan  TW IV Rp.39.472.600,-.

Dari kegiatan yang tertera diatas, hampir keseluruhannya dikorupsi dengan modus mark-up anggaran.

"Sekali melancarkan aksi bisa balik modal langsung," ucapnya.

Sumber menerangkan, modus korupsi yang dilancarkan para  oknum kepala SMP tersebut hampir sama hanya berbeda kronologisnya, seperti ada yang dibantu oknum bendahara ada juga yang bermain tunggal. Parahnya lagi akibat prilaku korup yang dilakukan secara berjamaah tersebut akhirnya para mental kepala sekolah untuk melancarkan aksi kotor tersebut tidak ragu-ragu padahal sudah jelas apa yang mereka lakukan tersebut telah melanggar hukum yang ada.

“Hampir Enam kepala sekolah itu melakukan korupsi  korupsi kegiatan pengembangan perpustakaan, Dalam kegiatan ini, realisasi yang ada dilapangan tidak relevan dengan anggarannya, sebab kalau dilihat dari keadaan perpustakaan disekolah masing-masing , tidak ada buku baru yang ada hanyalah buku-buku lawas yang sudah dipenuhi dengan debu," sebutnya.

Kembali sumber mengucap, kegiatan pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana sekolah yang ada di Enam sekolah setempat, Dalam kegiatan ini sangat ketara dikorupsi bahkan ada Dua sekolah indikasi pembelian barang yang fiktip.

"Dalam laporan beli barang tetapi kenyataannya tidak ada yang dibeli, adapun barang baru itu hasil dari siswa iuran untuk merawat Ruang Kelas Belajar," tambahnya.

Edisi Mendatang Masalah ini akan Terus Dikupas (HADI SYAPUTRA / MUSTAFA)