Home Pesawaran Hukum

Garinza Reza Fahlevi : Kadisdikbud Segera Copot Kepala SMAN 1 Kedondong

1371
0
SHARE
Wakil Ketua Komisi V Bidang Pendidikan DPRD Provinsi Lampung, H. Garinza Reza Pahlevi S.I.Kom MM

Korupsi Dana sekolah Ratusan Juta Rupiah, Aparat Penegak Hukum Harus Bertindak Tegas

Handalnews.id, Pesawaran - Kian menyeruaknya, dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kepala SMAN 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Dudi Indiana, M.Pd, yang nilai nya mencapai ratusan juta rupiah, akhirnya Komisi V Bidang Pendidikan DPRD Provinsi Lampung mendesak Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan provinsi agar segera mencopot kepala SMAN 1 Kedondong.

Hal ini di ungkapkan Wakil Ketua Komisi V Bidang Pendidikan DPRD Provinsi Lampung, H. Garinza Reza Pahlevi S.I.Kom MM, kepada Handalnews.id saat dikonfirmasi melalui telpon seluler, Selasa, (26/11/2019).

Dia mengatakan Komisi V adalah Stakeholder yang memang mengawasi fokus SMA yang ada di Provinsi Lampung, terkait dengan SMAN 1 Kedondong, Komisi V akan mengambil langkah untuk menggelar hearing dengan kepala Disdikbud Provinsi Lampung, kemudian dengan banyaknya laporan tersebut, ini harus segera ditindak lanjuti untuk melakukan pergantian kepala sekolah, agar hal itu tidak terulang kembali dan mengganggu aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Kedondong.

"Ini Kepala Disdikbud, harus segera mengambil langkah untuk melakukan pergantian kepala sekolah, dan terkait dengan di tenggarai adanya penyalahgunaan, penyelewengan anggaran sekolah, aparat penegak hukum harus segera menindaklanjuti dan bertindak tegas, dan kalau memang terbukti agar di proses sesuai dengan hukum yang berlaku," jelasnya.


"Untuk membuat efek jera kepala sekolah, karena hal ini jangan sampai terjadi SMA-SMA lain nya yang ada di Provinsi Lampung," timpalnya.

Terkait dengan harapan dewan guru maupun wali murid dan komite yang yang akan bertemu dengan Komisi V, dirinya menganjurkan untuk membuat surat kemudian masuk kan di bagian sekretariat DPRD dan ditujukan kepada Komisi V bidang pendidikan.

"Hal ini sangat bagus, karena ini juga pernah terjadi dari salah satu SMA di Lampung Tengah, mereka menyurati DPRD Provinsi Lampung yang persoalannya sama dengan SMAN 1 Kedondong, jadi kalau mau hearing dengan Anggota DPR, agar silakan buat surat nya, masuk kan di bagian sekretariat, maka nanti akan dijadwalkan untuk gelar hearing, dan nanti akan di agendakan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Diduga telah melakukan Korupsi Dana sekolah senilai ratusan juta rupiah, Wali Murid beserta Stap Tata Usaha dan Dewan Guru mendesak aparat Penegak Hukum untuk melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kepala SMAN 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung Dudi Indiana, M.Pd.

"Kami berharap aparat Penegak hukum khusus nya Kejaksaan Negeri Kalianda melakukan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Pak Dudi Indiana selaku kepala SMAN 1 Kedondong," ungkap salah satu guru sekolah setempat, Kamis (31/10/19).

Karena katanya, selama Dudi Indiana menjabat kepala SMAN 1 Kedondong dalam pengelolaan dana sekolah tidak jelas penggunaannya, baik Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS), Bantuan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Dana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDP) dan dan Dana Komite.

"Untuk Dana BOS di SMAN 1 Kedondong, setiap tahun Rp 1 Milyar lebih, sedangkan Pak Dudi Indiana, menjabat dari tahun 2016 sampai dengan tahun ini 2019, kemana Dana itu, kalau kita ambil dari tahun 2016, 2017, 2018, tiga tahun itu saja sudah kurang lebih Rp 3 Milyar, untuk tahun ini saja Jumlah Siswa-siswinya, sebanyak 653, jika dikalikan Rp 1.400.000/murid, maka jumlahnya sudah Rp 9.14.200.000," sebutnya.

Namun sambungnya, Dudi Indiana memang terkenal lihai dan licik dalam pembuatan laporan pertanggungjawaban, sehingga banyak pihak-pihak terkait yang terkecoh, termasuk dewan guru, wali murid maupun aparat penegak hukum.

"Nah untuk dana PPDP, setiap siswa-siswi dikenakan Rp 570 ribu, dengan rincian Seragam Kaos Olahraga Rp 300 ribu, Baju Batik Rp 150 ribu, Atribut sekolah Rp 100 ribu dan Kartu Pelajar Rp 20 ribu," sebutnya.

"Dan ada juga sumbangan untuk Pagar Sekolah Rp 150 ribu, namun miris nya, anak-anak sudah melakukan kegiatan belajar mengajar namun, item-item itu ada yang belum terealisasi, kemana dana itu," tanya dia.

Belum lagi tambahnya, Dana Program Indonesia Pintar (PIP), pada tahun sebelumnya untuk data anak didik banyak yang di Manipulasi dengan tujuan untuk kepentingan memperkaya diri pribadi, tanpa peduli akan dampak perbuatannya yang merugikan masyarakat dan negara.

"Jadi kami berharap kepada aparat penegak hukum untuk segera melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan, serta melakukan pemanggilan dan pemerintah terhadap Dudi Indiana, selaku kepala SMAN 1 Kedondong, kalau nanti terbukti, agar dapat diproses sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Kedondong Dudi Indiana, M.Pd, ketika dikonfirmasi melalui telpon seluler tidak di angkat, dan ketika di hubungi melalui Whatsapp, dirinya mengatakan masih dalam perjalanan.

"Wassalamualaikum maaf Dinda tadi gak keangkat. Saya lagi otw pringsewu, anak saya sakit. Buru-buru nanti saya telepon balik ya," ucapnya, Senin (28/10/19).   (Ismail)