Home Lampung Tengah Pendidikan

Hadapi KBM Sistem Daring, Guru SMKN 2 Terbanggibesar Ikuti Pelatihan

106
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Menghadapi kebijakan pemerintah, yang menerapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan sistem Daring (online), sebanyak 120 guru di SMKN 2 Terbanggibesar, Lampung Tengah, mengikuti pelatihan KBM sistem Daring. 

Dikatakan Kepala SMKN 2 Terbanggibesar, Ali Rosad, S.Pd., yang diwakili Kepala Tata Usaha (Ka. TU), Suparman, S.Sos., pelatihan bagi 120 guru ini dilaksanakan selama enam hari, dimulai pada hari Senin-Sabtu (13-18/7/2020), yang terbagi dalam tiga tahap secara bergantian. 

"Semua guru yang mengikuti pelatihan tersebut, kami bagi dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama diikuti sebanyak 40 orang dalam waktu dua hari (Senin-Selasa), tahap kedua berikutnya 40 orang (Rabu-Kamis, dan terakhir tahap ketiga 40 orang lagi (Jum'at-Sabtu)," jelas Suparman, Senin (13/7/2020). 

Ditambahkannya, pelatihan KBM sistem Daring ini, sebagai persiapan untuk menghadapi keputusan pemerintah, yang menerapkan siswa masih belajar di rumah masing-masing, namun siswa tetap dapat menerima materi pembelajaran dari guru materi masing-masing. 

Namun ada satu kendala, saat KBM sistem Daring diberlakukan, ternyata masih banyak siswa yang tidak memiliki Laptop atau HP android. Siswa di sekolah ini yang tidak memiliki fasilitas tersebut ada sekitar 70 persen, namun pihak sekolah tetap memberikan kemudahan kepada siswa, agar bisa bergabung dengan temannya yang memiliki fasilitas tersebut. 

"Ya bagi siswa yang belum punya Laptop atau HP android, kami sarankan agar mereka bergabung dengan temannya yang sudah punya. Jumlah siswa yang belum memiliki perangkat tersebut, ada sekitar 70 persen," urai Suparman. 

Terkait kegiatan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi calon siswa kelas X, yang seyogyanya mulai dilaksanakan pada Senin (13/7/2020) ini, namun tertunda karena ada kebijakan baru dari pemerintah, yang belum diperbolehkan bertatap muka langsung. 

"Ya sebenarnya jadwal kegiatan telah tersusun, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan, tapi karena ada kebijakan baru dari pemerintah, yang tidak memperbolehkan untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan siswa, maka ditunda sampai ada keputusan baru lagi," jelasnya. 

Masih kata Suparman, meski nantinya siswa telah diperbolehkan masuk sekolah, namun di sekolah ini tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mulai dari menyiapkan alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan dan sabun, Handsanitizer, siswa dan guru tetap mengenakan masker, tetap jaga jarak, serta tidak bersalaman atau bersentuhan. (Gun)