Home Lampung Tengah Pendidikan

Hadapi KBM Sistem Daring, SMAN 1 Gunungsugih Adakan Worksoft

415
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Lampung Tengah - Menghadapi Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) Tahun Pelajaran (TP) 2020/2021 ini, yang menggunakan sistem online Dalam Jaringan (Daring), SMAN 1 Gunungsugih akan mengadakan Worksoft. 

Dikatakan Kepala SMAN 1 Gunungsugih, Ismail, S.Sos., M.Pd., yang diwakili Waka Kurikulum, H. Drs. Agung Sambodo., Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/7/2020). Bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan di aula sekolah selama tiga hari, yang dimulai pada hari Senin-Rabu 27-29 Juli 2020 mendatang. 

Kegiatan selama tiga hari tersebut, akan diikuti seluruh guru Materi Pelajaran (Mapel), dengan menghadirkan satu orang pemateri dari Universitas Lampung (Unila). Rencananya, acara akan dibuka oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Wilayah VI Lampung, Endi Fauzi, ST., MT. 

"Ya untuk memastikan kesiapan seluruh guru Mapel, menghadapai KBM sistem Daring. SMAN 1 Gunungsugih akan mengadakan Worksoft. Kegiatan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai pada hari Senin-Rabu pekan depan," jelas Agung Sambodo. 

Kegiatan Worksoft yang mengambil tema "Peningkatan Kompetensi Pendidik Dalam Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh" diikuti sebanyak 43 guru Mapel. Pentingnya kegiatan tersebut, untuk mengetahui sejauh mana kesiapan guru, dalam memberikan Mapel kepada siswa dengan sistem jarak jauh. 

Hal senada juga disampaikan Waka Humas SMAN 1 Gunungsugih, Drs. Rusli, sebenarnya KBM di sekolah ini telah dimulai sejak 13 Juli 2020 lalu. Namun belum dilaksanakan secara maksimal, mengingat baru selesai dilaksanakan MPLS bagi siswa kelas X, dan kesiapan masing-masing siswa dan gurunya. 

"Secara umum, kegiatan belajar mengajarnya sudah dimulai sejak 13 Juli kemarin, tapi belum maksimal, karena tahun ajaran baru ini juga baru dimulai. Secepatnya, setelah dipastikan seluruh siswa dan gurunya siap, barulah akan berjalan normal, namun tetap menggunakan sistem KBM jarak jauh," jelas Rusli. 

Ditambahkannya, dengan diterapkannya KBM sistem online ini, ada beberapa kendala yang musti disikapi secara bijak dan tepat, sehingga tidak ada kesulitan bagi guru dan siswa. Di sekolah ini, diperkirakan ada sekitar 20 persen siswa yang tidak memiliki HP android, juga tidak selalu siswa memiliki paket kuota, untuk bisa ontime setiap saat. 

Karenanya, pihak sekolah memberikan alternatif kepada siswa, bagi yang tidak memiliki HP android, dia bisa menghubungi temannya, atau datang ke sekolah menemui gurunya, untuk mengambil modul Mapel yang telah disiapkan. 

"Bagi siswa dan orang tuanya yang belum memiliki HP android, datang saja ke sekolah dan konsultasi dengan gurunya. Intinya, kami pihak sekolah akan memberikan kemudahan kepada siswa, yang belum punya HP android, kita adakan sistem Luring (Luar Jaringan-rer)," pungkas Rusli. (Gun)