Home Tanggamus Hukum

Inspektorat Tanggamus Pastikan Akan Segera Panggil Sukiban

448
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Dari hasil penyerahan data Bukti adanya dugaan Korupsi yang di lakukan Oknum Kades Pekon Sudimoto, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Selaku Wakil Kepala Inspektorat Gustam Apriansyah, akan Segera Perintahkan Bawahannya untuk Panggil Sukiban, selaku Kepala Pekon Sudimoro dalam waktu dekat.

"Ya dalam waktu dekat kami segera akan melakukan pemanggilan terhadap Sukiban," ujarnya, kepada wartawan koran ini, Selasa, (15/9/2020).

Sosok parlente (hidup bergaya mewah) dan berkelas nampak jelas warna kehidupan Sukiban selaku Kepala Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Ibarat kacang lupa kulit, yang dulu sulit kini berganti parlente karena alih-alih informasi diduga ia melakukan tindak pidana Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) Anggaran Dana Desa (DD) senilai Rp.858.000.000 tahun 2019 milik desa setempat.

Banyaknya kegiatan yang melalui sumber Penyerapan Dana Desa (DD) Tahun 2019, seperti halnya Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus
disinyalir adanya dugaan Korupsi Hingga Memanipulasi Data disetiap kegiatan.

Seperti halnya beberapa pembangunan yang menggunakan dana APBN tahun anggaran 2019, Pembangunan Balai Rakyat yang menghabiskan Anggaran Rp 430 juta, dengan Volume Panjang 21 Lebar 17 meter. Rehabilitasi/Peningkatan Taman Bermain Anak Milik Desa Rp 94 juta, juga tidak luput oleh Oknum Kades dan Sekdes.

Berdasarkan Hasil Investigasi dan Informasi yang di himpun, adanya ketidak sesuaian dari pelaporan penyerapan anggaran dengan yang dilapangan, salah satunya adalah perbedaan apa yang disampaikan oleh Sukiban selaku Kepala Pekon dengan yang terjadi di lapangan.

Apa yang di sampaikan Sukiban hanyalah 
kebohongan besar. Seperti Pengakuannya saat di konfirmasi waktu lalu. Ia mengatakan Pembangunan Balai Rakyat yang menghabiskan Anggaran Rp 430 juta, dengan Volume Panjang 21 Lebar 17 meter, menurutnya Kurang.

"Dananya masih kurang, bahkan nanti Pembangunan Balai Rakyat ini akan dilaksanakan tahap ke dua," ujarnya.

Masih kata dia. Dana yang dibutuhkan pembangunan Tersebut 700 hingga 800 juta., lantaran hasratnya belum dapat terpenuhi. Bangunan Balai Rakyat Tersebut jadi sarang tikus oleh Aparatur Pekon Sudimoro Kecamatan Semaka.

"Anggaran untuk Rehabilitasi/Peningkatan Taman Bermain Anak Milik Desa Rp 94 juta, untuk dana tersebut saya alihkan untuk pembelian lahan," sebutnya kepada Wartawan koran ini.

Namun hal itu diduga Sukiban melakukan Pembohongan besar. Seperti yang di jelaskan oleh warga sekitar, bahwa Lahan Paud tersebut masih menumpang di lahan musholla.

Ada nya hal itu, diduga kegiatan tahun 2019, sebanyak 9 Paket, dengan total anggaran senilai Rp 858 juta. Syarat dengan Indikasi Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Seharusnya seperti pihak  Inspektorat, DPMD dan camat harus cermat menerima laporan APBDes dan surat laporan SPJ.

"Jangan sekedar asal-asalan mengauditnya, sesuai tidak antara laporan pertanggung jawaban dalam administrasi, dengan bukti yang ada lapangan," ungkap masyarakat setempat.

"Dan saya berharap kepada aparat Penegak Hukum  agar dapat mengungkap dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme ini," katanya.

Mau tau apa saja dugaan Korupsi yang di lakukan Sukiban dan Kroni-kroninya. Baca edisi mendatang.  (Red)