Home Tanggamus Hukum

Integritas Kejari Kota Agung Dipertanyakan, Koruptor Setdakab Tanggamus Harus Dipenjara

655
0
SHARE
Poto Dok : Handalnews.id

Handalnews.id, Tanggamus - Integritas daripada Kejaksaan Negeri Kota Agung semakin diragukan seiring dengan mandeknya pengungkapan dugaan korupsi 75 paket proyek milik Bagian Umum Setdakab Tanggamus tahun anggaran 2018. Tidak tanggung-tanggung, indikasi kerugian negara dari balik kasus ini mencapai Rp15.552.000.000.

Akibat daripada dugaan keengganan penegak hukum dalam mengusut kasus ini menimbulkan beragan opini masyarakat, santer kabar beredar jika penyebab lemahnya penegakan hukum disana lantaran adanya indikasi kolusi antara eksekutif dan yudikatif.


Dugaan ini sedikit beralasan, sebab jika memang pihak Kejaksaan Negri Kota Agung serius dalam membongkar persoalan ini, tidak akan terlalu sulit dalam mengetahui  akar permasalahan yang terjadi dan akan segera ditetapkan siapakah oknum yang seharusnya bertanggung jawab.

Selain itu, bila melihat rekam jejak petinggi di Sekretariat Pemkab Tanggamus juga akan sangat mudah dalam mempetakan kasus ini. Terlebih jika, penegak hukum ingin menilik soal proyek pengadaan lampu jalan milik Dinas Perhubungan Kabupaten Tanggamus yang di realisasikan pada tahun 2017 silam.
 
Sebab dari dugaan korupsi ini ada suatu benang merah yang mengarah kepada siapakah dalang dari balik sengkarut 75 paket proyek Setdakab Tanggamus.   
Indikasi korupsi pada Bagian Umum Setdakab Tanggamus ini bisa terlihat dalam realisasi kegiatan pengadaan TV ruang lobby kantor bupati sebesar Rp100 juta yang seharusnya digunakan untuk membeli 2 unit televisi LED.

Namun dalam realisasinya ternyata TV LED yang seharusnya direalisasikan itu berubah menjadi TV tabung ukuran 21 inchi, dengan perkiraan harga hanya Rp1,6 juta.
Selain itu, indikasi korupsi lain Bagian Umum Setdakab Tanggamus juga nampak dalam realisasi kegiatan pemeliharaan jalan paving blok yang ada di sepanjang komplek Pemkab Tanggamus sebesar Rp200 juta.

Masih terus berlanjut, dugaan korupsi Bagian Umum Setdakab Tanggamus juga terlihat dalam realisasi kegiatan pengadaan motor roda tiga sebanyak 5 unit Rp210 juta dan pengadaan cetak tas souvenir yang menelan anggaran mencapai Rp100 juta.

Dengan demikian gamblangnya dugaan korupsi yang ada di Bagian Umum Setdakab Tanggamus memang tidak bisa disalahkan jika akhirnya publik beropini jika telah terjadi suatu persekongkolan antara pihak penegak hukum dengan oknum di Setdakab Tanggamus.

Sementara itu, saat dikonfirmasi via ponsel beberapa waktu lalu, Sekretaris Pemkab Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, mengatakan bila itu benar adanya dugaan tersebut, namun dirinya berujar silakan jalankan profesi masing-masing.

"Iya terkait dengan dugaan itu benar adanya, silahkan jalankan profesi kita masing-masing," jawabnya dengan nada gemetar. (Red)